Home Mobil Mobil Bekas Penjualan Mobil Bekas Indonesia Masih Stabil di Awal Tahun 2015!

Penjualan Mobil Bekas Indonesia Masih Stabil di Awal Tahun 2015!

1623
0

OTONITY.com – Bisnis Mobil Bekas Tahun 2015 di Indonesia. Seperti yang kita ketahui penjualan mobil di Indonesia sejak beberapa bulan terakhir ini masih belum stabil dan bahkan lebih buruk dibandingkan tiga atau lima tahun lalu. Memang ada banyak penyebab mengapa permintaan mobil di tanah air cenderung melemah meskipun saat ini sudah memasuki tahun 2015 misalnya saja nilai tukar rupiah terhadap dolar terus turun, selain itu harga bahan bakar minyak yang tidak menentu juga menjadi faktor lain dan ditambah lagi cuaca memburuk sehingga membuat masyarakat masih enggan untuk datang ke dealer.

Meskipun penjualan mobil baru mengalami penurunan namun ternyata hal tersebut tidak terlalu berimbas pada penjualan mobil bekas (mobkas) karena kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini memilih untuk melihat perekonomian saat ini, serta kebanyakan spesifikasi mobil baru dan juga model lama tidak terlalu banyak berubah.

Seperti yang dijelaskan oleh Herjanto Kosasih selaku Manajer Senior Pemasaran WTC Mangga Dua sebagai salah satu bursa mobil bekas di Jakarta, dirinya menjelaskan penjualan mobkas di awal tahun 2015 ini tidak terlalu buruk dan bisa dikatakan masih cukup stabil. Tentu saja kejadian seperti ini sangat menguntungkan baik bagi konsumen maupun pelaku usaha.

Herjanto menambahkan sebenarnya masyarakat tanah air saat ini masih bingung apakah harus membeli yang baru karena sekarang perekonomian masih belum begitu membaik. Meskipun demikian dirinya memastikan kalau penjualan mobil bekas masih cukup bagus. Ada banyak alasan mengapa konsumen lebih memilih untuk meminang mobkas misalnya saja tergiur dengan besarnya uang muka dan juga cicilan yang diberikan oleh pelaku usaha. Belum lagi banderol mobkas keluaran tahun 2010 ke atas juga sudah mulai terjangkau bagi masyarakat menengah yang tentu saja mempermudah dalam membeli.

Mobil Bekas

Salah satu contoh yang diberikan Herjanto misalnya saja adalah untuk pembeli Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza cukup hanya dengan membayar uang muka sebesar Rp 25 juta dan juga cicilan Rp 2 juta per bulan maka masyarakat pun sudah bisa memiliki kendaraan impiannya tersebut. Namun ternyata perang diskon yang diberikan oleh para perusahaan dalam menawarkan model terbarunya juga tidak begitu berpengaruh karena calon konsumen pun lebih memikirkan untuk membeli kendaraan sesuai kebutuhan dan juga dana yang dimilikinya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya kabar mengenai ditutupnya pabrik General Motors di Indonesia juga sangat berdampak sekali pada mobil keluarga andalannya yaitu Chevrolet Spin, padahal kendaraan yang satu ini mempunyai peminat cukup banyak dan bahkan mampu bersaing dengan mobil asal Jepang seperti Toyota Avanza, Honda Mobilio maupun Daihatsu Xenia.

Sayangnya dengan akan ditutupnya pabrik Chevrolet di Bekasi tersebut pada pertengahan tahun ini membuat harga dari Chevrolet bekas menurun drastis, hal itu disebabkan karena para pemilik yang cenderung bingung mengenai sparepart. Padahal pihak GM Indonesia memastikan kalau pihaknya akan mendatangkan berbagai suku cadang dari negara lain seperti India dan juga Brasil.

Sementara itu menurut mobil88 penjualan mobil bekas di awal tahun 2015 tidak hanya di dominasi oleh MPV saja namun juga sudah mulai merata ke segmen hatchback, alasan utamanya adalah masyarakat sudah mulai mengerti untuk membeli mobil yang sesuai kebutuhan saja dan jika hanya digunakan untuk keluarga kecil saja maka tidak perlu membeli kendaraan yang lebih besar. Selain itu jenis hatchback juga memiliki beberapa keunggulan ketika digunakan yakni seperti body lebih ramping serta lebih lincah sehingga mampu menembus kemacetan dengan mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here