Home Aksesoris Ciri-ciri Ban Vulkanisir

Ciri-ciri Ban Vulkanisir

3244
0

OTONITY.com – Cara Kenali Ban Rekondisi Dengan Mudah. Pasti anda sebagai pecinta otomotif pernah mendengar istilah ban vulkanisir atau biasa juga disebut dengan ban rekondisi. Ban seperti ini sebenarnya sudah tidak dalam kondisi yang bagus untuk digunakan karena sebenarnya tidak layak untuk digunakan, akan tetapi diperbaiki dengan beberapa teknik sehingga terlihat seperti baru kembali dan kemudian dipasarkan dengan harga yang jauh lebih murah.

Namun sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang memilih ban vulkanisir karena selain harganya lebih terjangkau juga terlihat seperti baru, padahal jika tetap dipaksakan untuk dipakai bisa sangat berbahaya sekali karena suatu saat dapat pecah ketika digunakan. Tidak jarang pula ada penjual yang membungkus ban vulkanisir ini dengan plastik kemudian di campur dengan ban baru.

Bagi anda yang sedang ingin mengganti ban baru diharapkan lebih berhati-hati dalam memilih supaya tidak rugi baik secara materi maupun keamanan dan sebaiknya membeli di tempat yang sudah terjamin kualitasnya seperti di dealer resmi. Selain itu ada juga beberapa tips ringan cara membedakan antara ban vulkanisir dengan ban baru seperti :

1. Yang pertama ada logo segitiga di bagian pinggir dekat tapak ban, biasanya pada ban baru terdapat total ada enam logo segitiga dan mengarah sekaligus menunjuk ke sebuah tonjolan di antara alur ban. Jika tonjolan tersebut sudah tidak terlihat lagi atau rata dengan alur ban maka dapat dipastikan ban tersebut adalah vulkanisir. Kejadian seperti ini biasa dikenal dengan TWI (tread Wear Indicator) atau indikator keausan pada sebuah ban.

Ban Motor Vulkanisir

2. Perlu anda ketahui bahwa biasanya ban vulkanisir atau ban rekondisi ini dibuat alur baru oleh para pelaku supaya terlihat seperti baru, dengan demikian tonjolan yang berada di alur lama secara otomatis akan hilang karena tergerus dengan alur baru. Bagi anda yang ingin membeli ban baru perhatikan secara teliti sebelum memasangnya karena jika tonjolan tersebut sudah tidak ada maka dapat dipastikan kalau ban tersebut adalah vulkanisir.

Menurut Dwi Triono selaku Manager Technical Service PT Gajah Tunggal Tbk yang juga produsen ban GT Radial dan IRC memang ban vulkanisir memiliki harga yang sangat murah sekali dan bahkan 75 persen lebih murah dibandingkan ban baru, hanya saja dari segi keamanan tentu tidak terjamin karena bisa meledak saat digunakan.

Dwi menambahkan lebih baik membeli ban yang baru meskipun memiliki harga lebih tinggi karena jauh lebih aman dan membuat ban dalam tidak cepat mengalami kebocoran, masyarakat juga harus bisa memilih ban luar baru sesuai kebutuhan dan juga tergantung kondisi jalanan. Jika daerah tersebut memiliki medan terjal dan tanah berlumpur maka membeli ban berjenis trail adalah pilihan yang tepat, namun tidak terlalu aman apabila dipakai di jalan raya.

Di pasaran sendiri ada tiga jenis ban yang paling sering digunakan yaitu tipe basah cocok dengan jalanan sering mengalami hujan atau cuaca dingin, ciri-ciri ban ini adalah memiliki batik yang sangat banyak karena berfungsi mencengkam aspal lebih kuat. Sedangkan tipe kedua adalah ban kering yaitu memiliki ciri-ciri lebih halus namun sangat nyaman sekali ketika dipakai di jalanan jarang hujan.

Dan tipe ban yang terakhir yaitu perpaduan antara ban kering dan basah. Ban jenis seperti inilah yang paling sering dijumpai di Indonesia karena sangat sesuai sekali di iklim memiliki curah hujan maupun panas yang tinggi. Ciri-ciri ban ini adalah memiliki alur tidak terlalu banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here