Home Mazda Mobil Mazda Indonesia Masih Impor, Ini Alasannya!

Mobil Mazda Indonesia Masih Impor, Ini Alasannya!

1959
0

OTONITY.com – Mazda Indonesia Masih Andalkan Produk Impor. Seperti yang kita ketahui sejak pertama kali hadir di tanah air bahwa PT Mazda Motor Indonesia (MMI) selalu mendatangkan mobil mereka secara utuh dari pabrikan yang ada di luar negeri seperti Jepang dan juga Thailand. Secara harga tentu saja harganya menjadi lebih tinggi namun untuk urusan kualitas tidak perlu diragukan lagi.

Astrid Ariani selaku Senior Marketing Manager PT MMI menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih belum ada rencana untuk membuat sendiri pabrik perakitan mobil Mazda di Indonesia. Padahal jika merakit sendiri di dalam negeri sudah pasti harganya pun jauh lebih murah sehingga bisa bersaing dengan para kompetitor lainnya.

Dirinya menambahkan alasan utama mengapa masih enggan untuk merakit sendiri di Indonesia adalah dikarenakan Mazda Motor Corporation memiliki kebijakan untuk membuat pabrik di negara tersebut sehingga tidak bisa langsung mendirikan pabrik tanpa ada ketentuan dari pusat. Astrid menambahkan jika Mazda ingin membuat pabrik sendiri di Indonesia maka kondisi pasar dalam negeri juga harus stabil terlebih dulu karena beberapa komponen nantinya tetap didatangkan dari luar.

Menurut wanita ramah tersebut setidaknya membangun pabrik di Indonesia harus membantu prinsipal dalam mengembangkan sebuah produk, akan tetapi jika kondisi perekonomian masih belum stabil maka rencana tersebut sangat sulit terealisasi. Ditambah lagi setiap pabrik baru harus bisa memproduksi setidaknya 100.000 unit setiap tahunnya.

Mazda2 2014 Indonesia

Untuk tahun 2015 ini PT Mazda Motor Indonesia memiliki strategi khusus dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya untuk menanggapi persaingan sengit serta berbagai rintangan yang siap menghadang. Menurut Astrid para pemegang merek otomotif di Indonesia juga sudah mempersiapkan strategi masing-masing yang tentu saja bertujuan untuk menarik konsumen lebih banyak lagi.

Sedangkan strategi Mazda Indonesia adalah melakukan pembenahan pelayanan supaya pelanggan lebih betah dan juga akan menambah dealer-dealer baru di beberapa daerah supaya menjangkau masyarakat luas. Untuk itulah di tahun ini pihaknya sudah bersiap untuk membangun tiga dealer sekaligus untuk mendongkrak pelayanan. Yang menjadi perhatian khusus bagi Mazda Indonesia adalah meningkatkan SDM agar tidak tertinggal dengan pesaing lainnya.

Sayangnya Astrid masih enggan untuk menjelaskan mengenai berapa target penjualan yang ditetapkan untuk tahun 2015 ini. Menurutnya kondisi pasar yang tidak menentu menjadi sulit untuk diprediksi sehingga harus melihat kondisi terlebih dulu hingga bulan Maret berakhir. Astrid menambahkan dua bulan pertama pada tahun 2015 memang belum menunjukkan perubahan yang berarti sehingga cukup berat untuk bisa menentukan dengan hanya melihat kondisi awal tahun saja.

Sekedar info pada tahun 2014 silam total mobil Mazda yang terjual di Indonesia mencapai 9.000 unit hingga 10.000 unit atau sekitar 5,4 persen dari seluruh penjualan mobil di Indonesia. Angka tersebut tergolong sangat kecil sekali bagi Mazda meskipun penyumbang utama mereka yaitu Mazda CX-5 dan juga Mazda2 SKYACTIV memberikan kontribusi cukup besar yaitu 60 persen lebih bagi produk Mazda Indonesia.

Bahkan kabarnya dalam waktu dekat mobil-mobil Mazda di Indonesia bakal segera naik sekitar 2 persen terhitung mulai tanggal 2 April 2015. Hal tersebut sengaja dilakukan mengingat nilai tukar rupiah yang terus melemah sehingga mobil impor seperti Mazda terpaksa dinaikkan untuk menekan angka kerugian.

Menurut Astrid kenaikan terjadi hampir di semua line up dan harganya nanti ditentukan oleh nilai tukar rupiah. Meskipun demikian pihaknya sangat optimis kalau Mazda tetap bisa diterima dengan baik oleh masyarakat walaupun dianggap mahal namun berbagai kelebihan yang ditawarkan seperti teknologi dan juga kenyamanan membuat pemilik bisa merasakan sensasi lebih menyenangkan dibandingkan para kompeitor lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here