Home Daihatsu Grand Max Pick Up Dongkrak Penjualan Daihatsu Saat Pasar Lesu!

Grand Max Pick Up Dongkrak Penjualan Daihatsu Saat Pasar Lesu!

1282
0
mobil daihatsu gran max terbaru 2015 di indonesia

OTONITY.com – Angka Penjualan Mobil Daihatsu 2015 di Indonesia. Memasuki bulan April 2015 kemarin penjualan mobil di tanah air masih juga belum stabil bahkan penjualan pada bulan tersebut bisa dikatakan penjualan yang paling buruk dibandingkan bulan-bulan yang lain. Hal tersebut juga dialami oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) karena sejak Januari-April ini produknya hanya mampu terjual sebanyak 60.172 unit secara wholesales dan 55.655 unit untuk retailsales. Angka tersebut turun sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2014 lalu karena saat itu mampu terjual sebanyak 67.142 unit untuk wholesales dan 61.915 unit pada retailsales, meskipun demikian hasil yang diperoleh tersebut sudah cukup menggembirakan bagi ADM pasalnya melihat kondisi ekonomi di sektor otomotif yang terus melemah ternyata penjualan mobil Daihatsu terbilang cukup memuaskan.

Perlu anda ketahui saat ini penjualan roda empat secara nasional mengalami penurunan hingga 16 persen secara wholesales dan 14 persen untuk retailsales dibandingkan dengan tahun 2014 silam. Amelia Tjandra selaku Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor menjelaskan pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumennya di Indonesia. Dirinya menambahkan kesuksesan dari ADM dalam berjuang di kondisi ekonomi yang sulit seperti ini tidak lepas dari dukungan pada sahabat Daihatsu.

Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu menurut data wholesales yang dirilis oleh ADM sejak Januari hingga April 2015 ini penyumbang terbesar masih dikuasai oleh Daihatsu Gran Max Pick Up dengan pencapaian 23.481 unit atau sekitar 39 persen dari seluruh penjualan Daihatsu Indonesia. Sementara itu untuk Daihatsu Gran Max Minibus terjual sebanyak 5.043 unit atau 8,4 persen. Secara total penjualan duo Gran Max ini sudah mencapai 28.524 unit atau menguasai pasar hingga 47,4 persen. Semakin meningkatnya sektor pertanian dan perkebunan membuat kendaraan pikap lebih populer di kalangan pebisnis dibandingkan dengan MPV maupun SUV.

Daihatsu Xenia menempati urutan kedua dengan meraih penjualan sebanyak 12.288 unit atau sekitar 20,4 persen saja. Lalu di bawahnya ada Daihatsu Ayla dengan perolehan 12.084 unit atau 20,1 persen. Salah satu mobil murah atau LCGC ini diprediksi bakal lebih meningkat penjualannya pada bulan-bulan berikutnya mengingat beberapa waktu lalu ADM baru saja merilis model terbaru dengan tambahan fitur di dalamnya.

Mobil SUV New Daihatsu Terios yang juga baru saja mengalami penyegaran mampu terjual sebesar 4.883 unit atau menyumbang penjualan 8,1 persen. Sedangkan di peringkat kelima ada Daihatsu Sirion yang memperoleh penjualan 1.296 unit atau 2,2 persen lalu Daihatsu Luxio 1.098 unit atau 1,8 persen. Urutan penjualan secara retailsales pun ternyata juga tidak mengalami banyak perubahan yaitu Daihatsu Gran Max tetap menjadi yang paling laris.

Untuk Daihatsu Gran Max Pick Up terjual 21.121 unit atau sekitar 37,9 persen sedangkan di varian mini bus menyumbang 4.873 unit atau 8,8 persen yang secara total kedua mobil ini sudah terjual sebanyak 25.994 unit atau menguasai 46,7 persen sejak Januari hingga April 2015. Sedangkan di peringkat kedua masih ditempati oleh Daihatsu Xenia dengan 11.515 unit atau 20,7 persen. Daihatsu Ayla juga masih menempati urutan ketiga secara retailsales dengan raihan sebesar 11.180 unit atau mencapai 20,1 persen. Sedangkan di bawahnya ada Daihatsu Terios dengan 4.670 unit atau 8,4 persen.

Di peringkat selanjutnya ada Daihatsu Luxio yang meraih penjualan retailsales sebanyak 1.314 unit atau sebesar 2,4 persen dan disusul kemudian New Daihatsu Sirion yang kali ini berada di urutan paling bawah dengan penjualan 983 unit atau hanya menyumbang sebesar 1,8 persen. Kita lihat saja apakah Daihatsu bisa tetap mempertahankan penjualannya di bulan-bulan berikutnya atau justru semakin anjlok seperti pabrikan lain akibat tidak mampu menahan melemahnya ekonomi di tanah air yang terus memburuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here