Wow, Malaysia Akan Buat Jalan Berbahan Karet?

0

OTONITY.com – Jalan di Malaysia Akan Dilapisi Karet. Harus diakui memang secara infrastruktur jalan Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan Malaysia. Di negara tetangga tersebut hampir tidak ada jalan yang berlubang dan juga selalu memiliki kontur halus, apalagi kualitas aspalnya pun sangat bagus sekali sehingga tidak akan cepat mengalami kerusakan apabila tergenang banjir saat musim hujan tiba.

Berbeda dengan jalanan yang ada di Indonesia terutama di kota-kota besar, meskipun kebanyakan memakai sistem cor dengan beton supaya lebih awet namun nyatanya masih tetap saja mengalami masalah jika tergenang air hujan belum lagi beban kendaraan yang melintas tidak sebanding dengan daya dari jalan tersebut dan hasilnya pun bisa diprediksi yaitu kondisi permukaan aspal banyak bergelombang serta berlubang yang tentu saja sangat membahayakan pengguna jalan.

Menariknya lagi dalam waktu dekat ini Malaysia dikabarkan akan menggunakan jalan hasil perpaduan antara aspal dengan lateks karet. Hasilnya pun diklaim bakal jauh lebih kuat serta memiliki umur panjang dibandingkan dengan hanya memakai aspal saja atau bahkan beton. Seperti yang diberitakan oleh Reuters pada hari Kamis (26/6), rencananya 10 persen dari cadangan karet di Malaysia akan digunakan untuk bahan material jalan, masih menurut Reuters caranya yaitu dengan mengolah karet menjadi lateks lalu diolah lagi sehingga menjadi butiran-butiran karet dan kemudian dicampurkan dengan aspal. Hasil kombinasi dari kedua bahan ini bisa membuat jalanan menjadi lebih tahan lama dan tidak cepat mengalami kerusakan hingga bertahun-tahun.

Namun jumlah karet yang dibutuhkan juga tidak sedikit dan menurut pihak Pemerintah Malaysia setiap satu kilometer setidaknya harus memakai 4,2 ton karet. Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Malaysia yaitu Fadillah Yusof berharap dengan penggunaan bahan baku baru ini bisa lebih menghemat pengeluaran negara serta bisa lebih bermanfaat bagi pengguna jalan.

Perlu anda ketahui Malaysia adalah negara penghasil karet terbesar di dunia dan terus bersaing ketat dengan Indonesia. Tahun ini saja produksi karet di negara tersebut bisa mencapai 710 ribu ton dan setiap tahunnya selalu kelebihan pasokan. Dengan adanya rencana penggunaan karet pada jalan maka diharapkan bisa mengurangi jumlah karet yang terus menumpuk.

Jalan baru yang nantinya dilapisi oleh karet sebenarnya sudah dilakukan pembahasan cukup lama oleh Pemerintah Malaysia termasuk dampak maupun efek yang akan dihasilkan. Seperti yang kita ketahui karet tidak mampu bertahan lama jika terkena panas secara berlebihan namun sepertinya Malaysia punya cara sendiri untuk mengatasi masalah tersebut.

Semoga saja untuk ke depannya Indonesia bisa lebih baik dari segi infrastruktur, jumlah karet yang cukup melimpah di Indonesia sebenarnya bisa dimanfaatkan seperti cara Malaysia, apalagi kualitas jalanan aspal di beberapa wilayah di tanah air sudah sangat tidak memadai terutama di jalur yang sering dilalui oleh kendaraan besar seperti truk bermuatan berat maupun bus berpenumpang.

Di kota-kota besar di Indonesia kebanyakan masih memakai sistem cor beton yang pengerjaannya pun juga tidak sebentar. Ditambah lagi sebenarnya penggunaan beton memakan waktu dan biaya yang lebih banyak karena harus menambah bahan seperti koral dan besi sebagai dasarnya. Jika dilihat dari kondisi alam dan tekstur tanah yang tidak jauh berbeda antara Malaysia dan Indonesia bukan tidak mungkin dengan memanfaatkan bahan karet pada aspal bisa lebih meningkatkan kondisi jalanan sekaligus mengurangi anggaran yang terus membengkak akibat perbaikan jalan.

aspal jalan di malasia dengan indonesia, perbandingan malaysia vs indonesia, perbandingan karet indonesia dan malaysia, karet aspal luar negeri, jalanraya di malaysia vs indonesia, jalanAn malaysia, jalan raya yang bagus dimalysia, jalan raya malaysia dan indon, jalan raya Indonesia vs jalan raya Malaysia, jalan di malaysia vs indonesia

SHARE
Previous articleIni Keunggulan Mesin Toyota Dual VVT-i
Next articleKawasaki Bajaj Pulsar 200NS Versi Fairing Terbaru Tidak Masuk Indonesia?
Mahasiswi semester tujuh salah satu perguruan tinggi negeri di Malang ini sejak usia remaja memang sangat tertarik tentang dunia jurnalistik dan sekarang bergabung di OTONITY.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY