Home Mobil Mobil Bekas Penjualan Mobil Bekas Masih Lesu Imbas Melemahnya Perekonomian

Penjualan Mobil Bekas Masih Lesu Imbas Melemahnya Perekonomian

1275
0

OTONITY.com – Mobil Bekas Kurang Diminati, Kondisi perekonomian dalam negeri yang masih lesu ternyata juga sangat berdampak sekali terhadap penjualan mobil bekas di Indonesia. Salah satu perusahaan di bidang tersebut dan sudah cukup terkenal yaitu Mobil88 saja juga mengalami imbas dari melemahnya perekonomian dalam negeri ini. Menurut Fischer Lumbantoruan selaku Chief Operating Officer mobil88 mengatakan penjualan mobil bekas hingga bulan September 2015 masih kurang begitu memuaskan.

Dirinya juga memprediksi kalau penjualan mobil bekas di tahun 2015 ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu di kisaran 25 ribu unit. Sementara itu sejak Januari hingga September 2015 Mobil88 hanya mampu menjual mobil bekas sebanyak 15 ribu sampai 16 ribu unit. Angka tersebut merupakan penjualan dari seluruh outlet Mobil88 di seluruh Indonesia. Masih menurut Fischer jika di total dengan hasil penjualan secara lelang maka Mobil88 selama 9 bulan tahun 2015 ini mencapai 18 ribu unit.

Salah satu alasan utama yang menyebabkan penjualan mobil bekas kurang begitu diminati pada tahun 2015 ini adalah kondisi rupiah yang sempat menyentuh angka Rp 15 ribu per dolar sehingga mempengaruhi beberapa sektor termasuk di industri otomotif. Secara otomatis apabila kondisi perekonomian menurun maka daya beli masyarakat terhadap mobil baru pun juga ikut turun dan imbasnya tentu saja permintaan kepada mobil bekas mengalami penurunan pula.

Mobil Toyota Agya Bekas

Bahkan beberapa waktu yang lalu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) merevisi target penjualan mereka yang semula untuk tahun 2015 ini mencapai 1,2 juta unit kini diturunkan antara 950 ribu unit hingga 1 juta unit.. Sebenarnya dalam dua bulan terakhir penjualan mobil baru sedikit mengalami peningkatan yang cukup signifikan berkat adanya dua pameran otomotif bertaraf internasional yaitu Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di Tangerang yang digelar dalam waktu bersamaan. Sementara itu penjualan mobil baru di bulan Januari – September hanya mencapai 760.017 unit saja atau mengalami penurunan mencapai 15,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu dengan meraih penjualan hingga 896.724 unit. Sedangkan khusus untuk penjualan mobil selama September 2015 mencapai 87.829 unit.

Diprediksi penurunan permintaan terhadap mobil bekas akan tetap berlanjut hingga akhir tahun ini karena sampai sekarang kondisi rupiah juga belum stabil meskipun dalam beberapa hari sudah mulai menunjukkan tren positif. Namun tidak menutup kemungkinan apabila perekonomian dalam negeri pada tahun 2016 mendatang membaik maka beberapa sektor pun juga ikut mengalami peningkatan termasuk permintaan terhadap mobil bekas.

Seperti yang kita ketahui alasan utama bagi masyarakat memilih membeli mobil bekas adalah karena faktor biaya yang pastinya lebih rendah dibandingkan dengan membeli mobil baru. Selain itu jika dapat memilih dengan tepat bisa memperoleh kendaraan yang masih dalam keadaan baik.  Memang dari tahun ke tahun harga mobil baru terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

Untuk mobil bekas sendiri jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) masih menjadi model yang paling banyak dicari oleh para pembeli karena selain lebih nyaman digunakan bersama keluarga harga jualnya pun juga relatif tinggi. Si kembar Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia menjadi dua kendaraan yang paling banyak peminatnya mengingat keduanya juga baru saja memiliki generasi anyar. Selain itu Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga pun juga cukup diminati meskipun tidak sebanyak Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Sementara itu di segmen mobil hatchback ada Honda jazz, Toyota Yaris dan Suzuki Swift.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here