Home Motor penjualan Motor Bulan November 2015 Di Indonesia Turun 11 Persen!

penjualan Motor Bulan November 2015 Di Indonesia Turun 11 Persen!

795
0

OTONITY.com – Data Penjualan Motor November 2015, Meskipun perekonomian dalam negeri sudah mulai membaik namun nyatanya masyarakat masih kurang begitu berminat untuk membeli motor baru sepanjang bulan November kemarin, tercatat hanya 565.066 unit saja kendaraan roda dua yang terjual di Indonesia. Angka tersebut jauh menurun hingga 61.659 unit dibandingkan dengan bulan Oktober atau mengalami kemerosotan sekitar 11 persen. Menurut pihak Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) banyak faktor yang menyebabkan menurunnya penjualan motor di bulan November tersebut mulai dari daya beli masyarakat berkurang seperti bulan-bulan sebelumnya hingga kebiasaan konsumen yang memilih untuk membeli motor baru di akhir tahun atau awal tahun.

Sigit Kumala selaku Ketua Bidang Komersial AISI mengatakan umumnya calon pembeli beranggapan bulan-bulan November bukan waktu yang tepat untuk membeli motor baru karena dianggap bulang tanggung. Banyak masyarakat yang berharap nomor STNK kendaraan motor bisa tercatat lebih muda atau di tahun 2016 apabila membeli di akhir tahun. Sigit menambahkan tidak sedikit pula masyarakat yang melihat tahun pencatatan motor hanya dengan melihat tahunnya saja dan bukan melihat secara rinci bulan perbulan.

Padahal menurutnya hal tersebut sama saja, namun masyarakat juga memiliki pertimbangan sendiri karena dengan usia kendaraan lebih muda bisa menjual kembali motor mereka dengan harga lebih tinggi. Namun menurut Sigit faktor penyebab utama penurunan penjualan motor di Indonesia pada bulan November 2015 adalah karena daya beli masyarakat yang memang masih lesu, apalagi bagi mereka yang membeli secara kredit pasti akan semakin terbebani karena harus memikirkan pembayaran yang harus dilakukan setiap bulannya.

Motor Sport Yamaha 2015

Calon konsumen juga mempertimbangkan untuk lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dan kebutuhan anak sekolah terlebih dulu ketimbang harus digunakan untuk membeli motor baru apalagi secara kredit. Menurut data AISI di bulan Oktober penjualan motor di Indonesia mencapai 626.725. Jadi selisihnya cukup jauh sekali dibandingkan dengan bulan November 2015 yang hanya 565.066 unit. AISI sendiri telah beberapa kali melakukan revisi target penjualan dan akhirnya menetapkan untuk tahun 2015 ini penjualan motor dipatok sekitar 6,7 juta sampai 6,8 juta.

Namun pihak AISI tidak yakin target tersebut bisa tercapai mengingat saat ini saja daya beli masyarakat masih belum menguat. Bahkan diprediksi tahun ini mereka hanya bisa mencapai penjualan 6.45 juta unit saja. Kendati demikian Sigit menganggap hal tersebut masih wajar karena para calon konsumen lebih memilih untuk menunda membeli kendaraan baru dan lebih memprioritaskan kebutuhan sehari-hari. Dirinya juga menambahkan hingga menjelang akhir tahun 2015 ini penjualan motor di Indonesia pada semester kedua cenderung meningkat signifikan dibandingkan dengan semester pertama.

Salah satu penyebabnya yaitu penurunan uang muka yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada bulan Juni kemarin dan juga para pabrikan sudah meluncurkan bayak sekali model motor terbaru mulai dari skuter hingga motor sport. Sedangkan untuk pengiriman motor dari pabrik ke dealer pada bulan November hanya mencapai 540.000 unit saja sedangkan untuk Oktober lalu mencapai 626.725 unit.

Beberapa pabrikan pun sudah memiliki pandangan untuk industri otomotif dalam negeri pada tahun 2016 mendatang. Salah satunya adalah PT Astra Honda Motor (AHM) melalui Wakil presiden mereka yatu Loman yang mengatakan bahwa kondisi perekonomian masih akan sulit. Salah satu faktornya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar karena apabila semakin merosot maka harga barang-barang produksi yang masih impor pun juga mengalami kenaikan. Loman menambahkan akan sangat sulit sekali apabila rupiah berada di level Rp13.500 per dolar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here