Home Harley Davidson Ini Alasan Mabua Berhenti Jual Moge Harley Davidson di Indonesia

Ini Alasan Mabua Berhenti Jual Moge Harley Davidson di Indonesia

1679
0

OTONITY.com – Harley Davidson Indonesia Berhenti Operasi, PT Mabua Harley Davidson sudah meninggalkan pasar Indonesia mulai tahun 2016 ini karena mengalami banyak permasalahan, tanda-tanda tersebut sudah mulai terlihat mengingat penjualan motor gede tersebut tidak mengalami peningkatan sama sekali di tahun 2015, bahkan hanya memperoleh angka 470 unit saja atau anjlok sekitar 50 persen dibandingkan tahun 2014 silam.

Namun demikian Soetikno Soedarjo selaku Chief Executive Officer MRA Group mengatakan kalau penurunan penjualan tersebut bukan berasal dari faktor internal manajemen melainkan 90 persen disebabkan oleh faktor eksternal. Dirinya menambahkan bahwa pihak manajemen Mabua Indonesia sangat profesional dalam memberikan pelayanan terhadap para konsumennya.

Soetikno juga menjelaskan salah satu faktor yang menyebabkan penjualan moge Harley Davidson menurun di tahun 2015 kemarin karena pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang kemudian ikut mengerek kenaikan tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) hingga 125 persen. Jadi tidak mengherankan kalau penjualan mobil asal Amerika Serikat ini tidak lagi tinggi seperti tahun satu tahun sebelumnya yang sukses terjual sebanyak 1.000 unit lebih.

Harley Davidson Street 500 Indonesia

Selain kenaikan tarif PPnBM yang diberikan kepada produk impor permasalahan lain dari Mabua Indonesia yaitu mengenai kondisi perekonomian dalam negeri yang hampir sepanjang 2015 kemarin mengalami penurunan. Tentu saja motor-motor gede impor tersebut sulit untuk bisa terjual dalam jumlah tinggi akibat rupiah terus melemah terhadap dolar.

Soetikno memberikan contoh jika sebelumnya motor merek yang tadinya hanya berharga Rp 500 juta naik menjadi Rp 700 juta akibat anjloknya rupiah. Tentu saja hal ini turut berimbas terhadap keinginan calon konsumen yang ingin membeli dan lebih memilih mengurungkan niatnya sembari menunggu rupiah kembali stabil.

Selain itu dengan harga yang cukup tinggi tersebut membuat konsumen juga berfikir ulang untuk membeli mobil mewah dibandingkan dengan moge Harley Davidson. Sementara itu Djonie Rachmat selaku Presiden Direktur Mabua mengatakan pihaknya sebenarnya mematok margin keuntungan sekitar 5-7 persen untuk pasar Indonesia.

Namun faktanya Mabua mengalami kesulitan dan untuk mencapai target tersebut sangatlah jauh dari harapan. Dengan berbagai faktor tersebut Djonnie membantah kalau bubarnya Mabua Indonesia disebabkan oleh tidak solidnya manajemen. Dirinya juga membantah kabar bahwa selama ini Mabua menunggak pajak.

Pihak Mabua sendiri mendatangkan motor gede tersebut secara CBU karena saat ini mereka sudah tidak lagi melakukan perakitan di pabriknya yang berada di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Akibatnya Mabua Indonesia memilih untuk menghentikan beberapa karyawan kontrak supaya menekan pengeluaran dan sudah dilakukan sejak awal 2015 lalu.

Produk Mabua yang terakhir masuk Indonesia yaitu Harley Davidson Street 500 dengan didatangkan dari India dan merupakan moge dengan harga paling murah dari model-model sebelumnya.

Baca Juga : Ratusan Harley Davidson Indonesia Diobral Dengan Harga Murah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here