Home Mobil Malaysia Bakal Buat Mobil Listrik Nasional, Buatan Orang Indonesia?

Malaysia Bakal Buat Mobil Listrik Nasional, Buatan Orang Indonesia?

2330
0

OTONITY.com – Mobil Listrik Indonesia Dipakai Malaysia, Mobil listrik di Indonesia sepertinya memang masih akan sangat sulit terwujud dalam waktu dekat ini. Namun tidak bagi negara tetangga yaitu Malaysia yang kabarnya tengah mengembangkan mobil listrik nasional, uniknya pihak produsen dari mobil listrik Malaysia tersebut merekrut dua orang Indonesia untuk bergabung dalam pembuatan. Kabar tersebut diungkapkan langsung oleh Sukotjo Herupramono Ketua Umum Asosiasi Pengembang Kendaraan Listrik Bermerek Nasional (Apklibernas).

Menurutnya  ada dua orang yang memilih berkarya di negara Jiran untuk mengembangkan mobil listrik, hanya saja Sukotjo tidak mau membocorkan siapa dua orang Indonesia yang direkrut tersebut. Sementara itu Ricky Elson selaku pencipta mobil listrik Selo yang sudah lebih dulu diklaim oleh Malaysia juga tidak mau menyebut dua nama itu namun dirinya sangat mendukung sekali dengan keputusan anak bangsa tersebut karena mereka masih bisa berkarya dan ilmunya semakin berkembang meskipun tidak dilakukan di Indonesia.

Meskipun begitu dirinya menampik apabila ada pihak yang menyebut kalau dua putra Indonesia yang bergabung dengan Malaysia tersebut hanya demi uang semata, Menurutnya semua hal tidak bisa di ukur dengan uang namun yang mereka butuhkan saat ini hanyalah dukungan. Perlu diketahui mobil listrik Selo buatan anak Indonesia kini dikembangkan untuk menjadi mobil listrik nasional Malaysia.

Mobil Listrik Selo Indonesia

Pemerintah Indonesia memang belum begitu serius dalam mengembangkan teknologi mobil listrik yang sebenarnya lebih menjanjikan dan ramah lingkungan dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Jadi tidak mengherankan jika kemudian dua putra bangsa lebih memilih untuk bergabung ke Malaysia untuk mengembangkan mobil listrik di negara tersebut.

Menurut Sukotjo kemampuan Indonesia dalam menciptakan teknologi sebenarnya sangat besar sekali namun karena kurang didukung oleh pemerintahnya sendiri maka kesempatan untuk membuat Indonesia semakin modern menjadi sangat sulit. Beberapa tahun lalu contohnya saat mobil listrik buatan dalam negeri sempat menjadi tunggangan Dahlan Iskan yang pada saat ini menjadi Menteri BUMN sempat menarik banyak perhatian. Namun sayangnya karena ada polemik akhirnya mobil sport tersebut menjadi sudah tidak lagi ada kelanjutan.

Mobil listrik Selo bernama Tuxuci yang pernah dikembangkan dan digagas oleh Dahlan Iskan mungkin hanya sebagian karya anak bangsa yang ditelantarkan oleh pemerintah. Namun menurut Ricky dirinya sama sekali tidak kecewa dan lebih memilih untuk terus berkarya meskipun harus berada di negara orang lain. Terkait mobil listrik karyanya yang kemudian akan digunakan sebagai mobil nasional di Malaysia Ricky tidak mengetahui secara pasti apakah untuk kedepannya mobil tersebut akan diproduksi secara massal atau tidak.

Baru-baru ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan untuk melakukan wacana kembali dalam pengembangan mobil listrik dalam negeri. Seperti yang disampaikan oleh Dirjen Industri Logal, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin yakni I Gusti Putu Suryawirawan. Menurutnya pemerintah masih mencari masukan dengan mengundang para pakar mulai dari perguruan tinggi, industri, para pemangku kepentingan untuk menyamakan visi supaya industri mobil listrik bisa tumbuh di Indonesia.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan kalau mobil listrik yang akan dikembangkan tersebut tidak akan dilakukan sendiri oleh pemerintah, Menurutnya salah satu kendala dalam mengembangkan mobil listrik di Indonesia adalah belum adanya industri komponen untuk kendaraan jenis non BBM tersebut sehingga jika ingin membuat sekarang harus impor terlebih dulu. Sayang langkah Indonesia dalam membuat mobil listrik maupun mobil nasional selalu dalam hal wacana saja sedangkan hingga kini belum pernah terealisasi. Padahal dengan menggunakan mobil listrik sudah jelas Indonesia tidak akan terus bergantung kepada bahan bakar minyak, selain itu kualitas udara terutama di kota-kota besar juga menjadi semakin bersih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here