Kupas Kelebihan Dan Kekurangan Suspensi Upside Down

0

OTONITY.com – Kelebihan Suspensi Upside Down Pada Motor Sport, Di era perkembangan teknologi dan desain seperti saat ini pabrikan sepeda motor mulai berani menerapkan perubahan yang berfungsi untuk menambah kenyamanan para pengendaranya. Saat ini peredam kejut atau biasa dikenal dengan suspensi masih populer dengan penggunaan model teleskopik konvensional, namun sejak beberapa tahun terakhir ada juga pabrikan sepeda motor yang berani menggunakan suspensi baru dengan jenis upside down.

Suspensi jenis ini biasanya disematkan pada motor-motor dengan performa tinggi dan memiliki kecepatan yang diatas rata-rata. Yang terbaru PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menanamkan suspensi upside down pada motor sport naked terbarunya yaitu New Yamaha Xabre 150. Ciri khas dari suspensi jenis ini adalah pipa kecil justru berada dibagan bawah sedangkan untuk pipa yang lebih besar berada diatas atau bisa dibilang lebih mirip seperti suspens konvensional yang dibalik.

Memang suspensi upside down masih belum dikenal lebih luas bagi masyarakat tanah air khususnya pecinta roda dua, padahal shock jenis ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan suspensi biasa. Salah satunya yaitu ketika motor dikendarai dengan kecepatan tinggi kendaraan tidak akan goyang sehingga cocok bagi mereka yang suka touring atau bagi para pebalap. Hanya saja untuk penggunaan sehari-hari suspensi upside down dirasa kurang cocok dan tidak begitu penting.

Suspensi Upside Down Motor

Ternyata posisi tabung atas yang lebih besar membuat kendaraan lebih tenang karena suspensi tersebut mampu meredam lebih banyak getaran dibandingkan dengan suspensi biasa. Namun perlu diingat suspensi upside down juga memiliki kelemahan yaitu apabila digunakan dijalan yang kurang mulus akan terasa sangat keras dan kurang nyaman, bahkan jika digunakan di medan yang sulit seperti itu suspensi ini lebih mudah patah atau penyok.

Untuk itulah suspensi upside down tidak cocok digunakan di semua jenis sepeda motor dan hanya model-model tertentu saja yang bisa menerapkan suspensi ini. Selain itu pemilik kendaraan yang ingin mengganti suspensi biasa ke suspensi upside down harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Pasalnya rata-rata suspensi jenis ini dibanderol mencapai puluhan juta. Kendati begitu dengan memakai suspensi jenis ini tampilan motor sport menjadi terlihat lebih macho dan kekar.

Untuk diketahui Yamaha Xabre yang menggunakan suspensi upside down dibanderol dengan harga Rp 29 jutaan atau sama dengan banderol Yamaha R15, salah satu yang membuat harga dari motor naked ini sangat mahal yaitu untuk upside down saja harganya sudah mencapai Rp 15 juta sendiri sehingga tidak mengherankan meskipun posisinya di atas Yamaha V-Ixion Advance namun selisihnya sangat jauh sekali.

Selain Yamaha Xabre biasanya upside down juga dipasang di moge-moge yang memiliki kapasitas mesin besar seperti motor Ducati dan BMW. Penggunaan suspensi jenis ini memang masih menjadi kontroversi bagi kalangan pecinta motor sport tanah air. Pasalnya banyak yang menganggap kalau jalanan di Indonesia kurang begitu cocok untuk motor dengan suspensi upside down karena banyak bergelombang dan berlubang-lubang.

Walaupun demikian semua tergantung selera masing-masing ada yang menyukai suspensi upside down karena menambah keren tampilan namun ada juga yang lebih memilih kendaraan dengan suspensi standar karena lebih nyaman digunakan terutama di jalanan Indonesia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY