Home Mitsubishi Ratusan Ribu Mobil Mitsubishi Indonesia Alami Recall, Apa Penyebabnya?

Ratusan Ribu Mobil Mitsubishi Indonesia Alami Recall, Apa Penyebabnya?

445
0

OTONITY.com – Mobil Mitsubishi Indonesia Dilakukan Recall Juni 2016, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku agen pemegang merek mobil Mitsubishi di Indonesia mengumumkan kampanye recall atau penarikan untuk dilakukan perbaikan pada beberapa produk kendaraan niaga dan penumpang. Recall mobil dari Mitsubishi Indonesia tersebut meliputi empat jenis pemeriksaan dengan melibatkan 124.435 unit. Hal ini dilakukan guna memberikan kenyamanan dan keamanan pengemudi agar nantinya tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Penarikan pertama untuk perbaikan pada inflator airbag yang meliputi 10.927 unit Mitsubishi Strada Triton Exceed dan GLS AB dengan tahun pembuatan antara 2006 sampai 2014. Kemudian ada 61 unit dari Mitsubishi Lancer GLX dan SEI produksi 2007-2010. Kedua mobil penumpang tersebut teridentifikasi mengalami cacat pada bagian inflator airbag dimana saat kantung udara tersebut mengembang inflator berpotensi mengeluarkan partikel yang dapat membahayakan pengemudi dan penumpang.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh PT KTB sampai sekarang penyebab utama dari permasalahan tersebut masih dalam tahap investigasi dan untuk pengerjaannya sendiri membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Untuk recall kedua meliputi bagian Combination Switch yang melibatkan 62 unit Mitsubishi Pajero Super Exceed 3.8 produksi tahun 2008-2013, kemudian ada juga Mitsubishi Pajero Sport produksi 2009-2014 dengan jumlah mencapai 67.889 unit dan 71 unit dari Mitsubishi Delica produksi 2014, 1.401 unit Lancer EX dan Lancer Evolution produksi 2009-2010 serta 5.377 unit Mitsubishi Strada Triton produksi antara tahun 2006 hingga 2014.

Mitsubishi Indonesia Recall

Pada recall kedua ini mengalami kerusakan meliputi Turn Signal atau Wiper Switch saat bekerja menimbulkan gesekan kecil yang terjadi di terminal dan menghasilkan oksidasi yang membuat fungsi Switch menjadi lemah. Hal tersebut bisa menyebabkan beberapa komponen menjadi tidak berfungsi seperti Fog lamp, Clearance Lamp dan Head lamp. Untuk pengerjaan bagian tersebut pihak Mitsubishi Indonesia membutuhkan waktu 30 menit.

Recall berikutnya meliputi ETACS ECU yang terdiri dari 79 unit Mitsubishi Lancer EX dan Lancer Evolution dengan produksi tahun 2009-2010, Pada bagian ini mengalami potensi kerusakan dimana tegangan dalam komponen ETACS ECU menjadi tidak stabil dan menyebabkan beberapa bagian seperti Headlamp dan wiper menjadi tidak berfungsi, untuk pengerjaannya PT KTB membutuhkan waktu selama 2 jam.

Yang terakhir yaitu penggantian pada bagian fuel tank dimana melibatkan 740 unit Mitsubishi L300 produksi 2014, pada bagian ini ditemukan ada permasalahan pada tangki bahan bakar karena kurang sempurna saat dilakukan pengelasan sehingga menimbulkan kebocoran, untuk penggantian bagian ini KTB membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Bagi konsumen yang menerima surat undangan dari pihak Mitsubishi Indonesia bisa mendatangi langsung ke diler resmi PT KTB untuk dilakukan penggantian maupun pemeriksaan tanpa dikenai biaya sama sekali alias gratis.

Kampanye mengenai recall tersebut mulai diberlakukan sejak tanggal 6 Juni 2016 dan konsumen bisa mendatangi diler KTB terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Penarikan beberapa mobil tersebut sengaja dilakukan oleh KTB guna memberikan kepuasan bagi para pelanggannya yang masih setia untuk tetap memilih merek Mitsubishi.

Lalu bagaimana dengan Mitsubishi Pajero Sport model 2016 yang baru diluncurkan pada awal tahun? Sepertinya mobil SUV bertampang sangar ini belum ada informasi dari pihak KTB mengingat produknya memang terhitung masih baru dan jika ada penarikan atau recall tentunya tergantung situasi yang terjadi di Thailand, pasalnya Mitsubishi Pajero Sport 2016 yang dijual di Indonesia tersebut didatangkan langsung atau CBU dari negeri gajah putih.

Selain Mitsubishi ada juga pabrikan lain yang juga pernah melakukan mobilnya di Indonesia, salah satunya yaitu PT Honda Prospect Motor (HPM) dengan melibatkan beberapa mobil penumpang. Recall sendiri bukanlah hal yang aneh karena setiap produksi kendaraan pasti selalu ada beberapa model yang mengalami cacat dan baru diketahui setelah dipasarkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here