Home Mobil Tips Terhindar Dari Kecurangan Saat Mengisi BBM Di SPBU

Tips Terhindar Dari Kecurangan Saat Mengisi BBM Di SPBU

643
0

OTONITY.com – Tips Menghindari Kecurangan Saat Mengisi BBM Di SPBU, Baru-baru ini sebuah kasus terjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)yang terletak di Jalan Raya Veteran, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan. praktek kecurangan dalam melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) akhirnya dibongkar oleh Tim Subdit Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya setelah adanya bukti pengurangan takaran yang dilakukan oleh operator.

SPBU dengan nomor 34-12305 diduga telah melanggar tindak pidana dengan mengurangi jumlah takaran bahan bakar dari dispenser BBM. Sebenarnya kecurangan pengurangan ukuran bahan bakar bukan hal baru lagi di Indonesia dan meskipun pernah dilakukan sidak oleh pihak terkait namun tetap saja banyak pelaku yang melakukan kecurangan demi memperoleh keuntungan lebih besar. Tentu saja pihak yang paling dirugikan adalah konsumen karena tidak dilayani dengan baik dan jujur.

Menanggapi ramainya pemberitaan tersebut pihak PT Pertamina selaku pengelola dari SPBU mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada dan juga selalu mengawasi saat pengisian berlangsung. Menurut Jumali selaku General Manager Marketing Operation Region III PT Pertamina ada beberapa tips sederhana agar terhindar dari praktek kecurangan dalam melakukan pengisian bahan bakar. Yang pertama saat mengisi BBM konsumen diharapkan jangan hanya melihat angka awal nol dari awal saja namun juga sampai akhir.

SPBU Curang

Yang kedua konsumen berhak memperoleh nota tanda bukti transaksi untuk mengetahui apakah uang yang dibayarkan sesuai dengan takaran liter yang diterima. Jika ada hal-hal mencurigakan konsumen diharuskan menghubungi contact person yang tertera di SPBU tersebut agar bisa segera ditindak dengan tegas oleh pihak kepolisian. Nantinya jika terbukti bersalah maka SPBU tersebut akan ditutup sementara untuk dilakukan pemeriksaan.

Perlu diketahui ada banyak modus kejahatan yang dilakukan oleh pelaku pengelola dan juga pengawas di SPBU seperti yang terjadi di Rempoa tersebut. Menurut AKBP Adi Vivid selaku Kepala Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya cara para pelaku menjalankan aksinya yaitu dengan menggunakan remote control untuk mengendalikan dispenser, ciri-cirinya apabila lampu menyala berarti normal namun kalau mati berarti sedang dimainkan. Salah satu pelaku menjelaskan alat regulator stabilizer tersebut sengaja dipasangkan untuk mempengaruhi daya listrik ke dispenser pengisian BBM sehingga dapat mengurangi jumlah takaran bahan bakar saat diisi ke motor maupun mobil konsumen.

Dengan menggunakan modus tersebut pelaku bisa mendapat keuntungan 1 liter setiap 20 liter, dari pengakuan tersangka aksi yang dilakukan sudah berlangsung selama satu tahun ini. Menurut pihak kepolisian cara modus dari para pelaku tergolong baru dan lebih sulit dibandingkan dengan cara-cara kecurangan model lama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here