Home Honda Pesan Honda CBR250RR 2016 Indonesia Cukup Bayar Booking Rp 5 Juta

Pesan Honda CBR250RR 2016 Indonesia Cukup Bayar Booking Rp 5 Juta

2920
0

OTONITY.com – Motor Honda CBR250RR 2016 Terbaru Di Indonesia, New Honda CBR250RR akhirnya resmi meluncur di Indonesia pada hari Senin (25/7) kemarin di Jakarta. Motor sport yang diproduksi sendiri oleh PT Astra Honda Motor (AHM) di pabrik Karawang tersebut tentunya ikut meramaikan pasar motor sport 250 cc yang ada di Indonesia, apalagi harga dari New Honda CBR250RR masih cukup kompetitif yaitu mulai Rp 63 juta dan tersedia dalam dua varian diantaranya tipe standar dan tipe ABS.

Pihak AHM sudah membuka inden pemesanan pada motor sport terbarunya ini dan bagi konsumen yang berminat membelinya cukup dengan membayar uang tanda jadi sebesar Rp 5 juta saja. Honda Indonesia menjelaskan calon konsumen bisa mendatangi jaringan Wing Dealer atau Big wing Honda di seluruh tanah air yang telah ditunjuk oleh AHM guna melakukan pemesanan.

Seperti yang disampaikan oleh Johannes Loman selaku Executive Vice President AHM bahwa adad 135 diler Wing Dealer yang telah dipilih oleh AHM dan semuanya merupakan diler-diler terbaik untuk menjual motor terbarunya. Dirinya menambahkan meskipun sudah bisa dipesan mulai dari sekarang namun konsumen harus sedikit bersabar karena motor ini baru bisa dikirim ke pemiliknya pada akhir tahun 2016. Hal itu dikarenakan Honda CBR250RR terbaru masih dalam tahap proses dan sedang diproduksi serta terus dilakukan uji coba agar nantinya setelah diterima oleh konsumen tidak mengalami masalah sama sekali.

Honda CBR250RR 2016 Rilis Resmi Indonesia

Perlu diketahui New Honda CBR250RR merupakan penerus dari Honda CBR250R model lama yang kini produksinya sudah resmi dihentikan. Sementara itu motor sport terbaru tersebut dibuat di Indonesia atau tepatnya di pabrik Honda yang terletak di Karawang, Jawa Barat dengan dirancang oleh pengembang motor sport full fairing melibatkan 50 enginer dari Indonesia yang dibantu oleh Jepang.

Tentunya hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Honda Indonesia karena bisa memberikan debut pertama bagi Honda CBR250RR tersebut. Apalagi motor sport 250cc ini dirancang sendiri oleh anak bangsa Indonesia dengan kandungan lokal mencapai 60 persen dan untuk tahap selanjutnya bakal terus ditingkatkan.

Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Direktur AHM yakni Toshiyuki Inuma bahwa kehadiran perdana bagi Honda CBR250RR sekaligus menghentikan penjualan dan produksi dari Honda CBR250R lawas.“Benar adanya, setelah RR resmi diperkenalkan maka kami secara langsung menghentikan penjualan Honda CBR250 generasi yang lama,”jelasnya.

Namun meskipun penjualan dan produksinya telah dihentikan pihak AHM meminta kepada para pemilik model lawas untuk tidak khawatir, pasalnya AHM memastikan untuk kebutuhan suku cadang akan tetap tersedia di bengkel-bengkel resmi Honda Indonesia sampai beberapa tahun ke depan.

Bukan tanpa alasan pihak AHM menghentikan penjualan Honda CBR250R lawas, pasalnya mereka ingin lebih fokus terhadap generasi terbaru yang tidak hanya tampil memukau saja namun juga telah dilengkapi dengan deretan teknologi canggih. Seperti yang diungkapkan oleh Kenji Kawai selaku Large Project Leader Honda Motorcycle R&D Center, Jepang bahwa pada motor ini sudah ditanamkan fitur mode berkendara yang terdiri dari Comfort, Sport dan Sport+. Tentu saja ketiganya memiliki karakter yang berbeda dan bisa disesuaikan dengan tipe berkendara dari pemiliknya.

Pada mode Comfort pengendara bisa mengendalikan motor lebih nyaman dan tenang karena output yang dihasilkan cocok untuk bersantai atau saat berada di tengah kemacetan jalan raya. Dengan memakai mode tersebut biker tidak perlu khawatir motor akan terasa menghentak. Sedangkan jika ingin mode berkendara yang lebih cepat bisa memilih Sport dan apabila menginginkan pilihan yang lebih dahsyat bisa menggunakan mode sport+.

Mode berkendara yang terdapat pada pesaing Yamaha R25 tersebut bisa bekerja berkat adanya kolaborasi dari berbagai sistem komponen mulai ECU. throttle by wire dan Accelerator Position Sensor (APS) yang kemudian disesuaikan dengan tenaga serta torsi dari permintaan mode tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here