Home Mobil Mobil Jepang vs Eropa, Apa Saja Kelebihan Dan Kekurangannya?

Mobil Jepang vs Eropa, Apa Saja Kelebihan Dan Kekurangannya?

275
0

OTONITY.com РMitos Mobil Jepang vs Eropa, Indonesia merupakan negara dengan pasar yang cukup potensial untuk industri otomotif baik roda dua maupun roda empat, namun tak bisa dipungkiri hampir 90 persen perusahaan otomotif yang ada di Indonesia berasal dari Jepang dan sisanya ada yang berasal dari Eropa, India dan bahkan China. Tidak mengherankan kalau di jalanan kita sering melihat mobil-mobil asal Jepang berseliweran mulai dari Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi ataupun Isuzu.

Banyak alasan mengapa masyarakat Indonesia memilih produk Jepang dibandingkan dengan mobil buatan negara lain seperti Eropa, salah satunya yaitu dari segi harga dimana untuk mobil Jepang biasanya dibanderol lebih murah, selain itu banyak pula yang beranggapan kalau mobil asal negeri sakura tersebut juga lebih hemat bahan bakar, sedangkan untuk mobil Eropa sendiri konsumen Indonesia menganggap harganya lebih mahal, sparepart susah, harga jual anjlok tetapi secara fitur jelas lebih lengkap dan canggih.

BMW X1 2016 Terbaru Indonesia

Jika berbicara soal kualitas sebenarnya baik mobil Jepang ataupun mobil Eropa tentunya tidak jauh berbeda. Namun karena harganya yang lebih mahal maka penjualan mobil merek Eropa kalah telak dibandingkan dengan mobil Jepang. Seperti yang disampaikan oleh pengamat otomotif yaitu Suhari Sargo bahwa tetap saja ada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki baik produk Jepang maupun Eropa.

Honda HR-V 2016 Terbaru Indonesia

“Mobil Jepang lebih irit bahan bakar. Mobil Eropa dan Amerika boros. Selain itu mobil Eropa lebih besar dan berat sehingga kurang cocok untuk orang Indonesia. Pabrikan Jepang selalu melihat kelemahan-kelemahan mobil Eropa dan Amerika yang tentunya menjadi kekuatan mereka,” ungkapnya.

Kelebihan Kekurangan Mobil Jepang dan Eropa

1. Mobil Jepang lebih mudah diservis, Tentu saja bila ukurannya adalah banyaknya workshop atau bengkel mobil-mobil Jepang. Wajar, karena produsen Jepang memang lebih dulu melebarkan sayapnya di Indonesia.

Bicara soal mesin, saat ini semua pabrikan mobil sudah memiliki teknologi modern yang setiap kinerjanya diatur oleh komputer baik itu mobil dari Jepang, Korea, China, Eropa dan Amerika. Jadi, tidak ada perbedaan yang membuat mobil baru tersebut sulit diservis.

2. Mobil murah BBM-nya pasti murah dan irit, Pemahaman seperti ini sering dimanfaatkan oleh para sales mobil untuk merayu para konsumen. Padahal mobil murah tidak otomatis konsumsi bbmnya juga murah. Memang mobil murah biasanya identik dengan mesin cc kecil. Padahal perkembangan saat ini mesin kecil memiliki tenaga yang besar dengan menaikkan kompresi pada proses pembakaran.

Contohnya pada Kijang Innova yang lebih mahal dari Avanza. Innova mungkin sudah cukup menggunakan Pertamax, sedangkan Avanza lebih ideal bila menggunakan Pertamax Plus karena membutuhkan kompresi tinggi.

3. Mobil Eropa lebih unggul sisi safety, Perkembangan teknologi modern untuk keamanan mobil saat ini hampir merata di setiap pabrikan karena setiap mobil yang diluncurkan di pasaran pasti sudah memiliki izin dan melewati serangkaian test uji kelayakan yang sama.

Apabila terdapat perbedaan, hal tersebut lebih ke alokasi penjualan produk di suatu negara yang belum mementingkan tingkan keselamatan tinggi. Prinsip kerja fitur-fitur safety mobil eropa dan jepang adalah sama, penamaan saja yang mungkin berbeda terlihat lebih hi-tech. Jadi, jangan terkecoh.

4. Mobil kaleng kerupuk wajar harga murah, Istilah kaleng kerupuk ini muncul di masyarakat Indonesia karena seringkali mobil Jepang yang notabene lebih murah saat terlibat kecelakaan menjadi tidak berbentuk layaknya kaleng yang remuk. Kondisi tersebut secara kasat mata meninggalkan kesan negatif memiliki aspek safety yang buruk.

Perkembangan komponen yang digunakan oleh mobil eropa dan jepang saat ini tidak lagi dibuat dari bahan logam. Misalnya bumper dan tutup kap mesin. Penggunaan komponen yang lebih lunak adalah untuk Teknologi Cruple Zone yang bertujuan agar energi dari benturan yang terjadi terserap atau dapat diredam agar impact yang diterima oleh pengemudi di dalam mobil menjadi lebih sedikit.

Penjabaran di atas kembali lagi bagaimana benturan terjadi serta takdir yang berkata lain. Jadi, tetap hati-hatilah saat berkendara jangan terpancing emosi, keluarga Anda sedang menunggu di rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here