Modifikasi Honda Brio Satya Mesin Jadi Lebih Bertenaga

0

OTONITY.com – Modifikasi Honda Brio Engine Swap Honda Jazz, Honda Brio Satya yang merupakan sebuah hatchback terkecil dari jajaran produk mobil Honda Indonesia memang memiliki penggemar cukup banyak, selain murah mobil ini juga lumayan sporty namun untuk urusan performa masih kurang memuaskan.

Memang ditujukan untuk city car 1000cc bersanding dengan LCGC seperti Agya, Ayla dan Karimun. Itulah sebabnya banyak pengguna mencoba meningkatkan tenaga dari Honda Brio Satya agar lebih kencang.

Berikut beberapa tahap supaya Honda Brio Satya lebih ngacir :

Meningkatkan kelincahan dari Honda Brio Satya tersebut sangatlah penting terutama untuk memberikan respon kemudi setir supaya lebih baik, dengan begitu pengemudi bisa melakukan akselerasi dengan lebih ringan.

Mengganti suspensi dengan lebih shift juga sangat penting untuk membuat akselerasi dari Honda Brio Satya menjadi lebih baik, apalagi dengan wheelbase pendek tentunya sangat terasa nyaman bagi penyuka kecepatan. Akan tetapi bagi para pengemudi yang ingin menggunakan untuk sehari-hari sepertinya dengan suspensi Stiff kurang begitu cocok.

Baca Juga:

Honda Brio Satya memanglah sebuah kendaraan LCGC dengan harga murah dan ramah lingkungan, namun begitu dengan berbekal mesin 1.200 yang sanggup menghasilkan tenaga 88 Ps sepertinya sudah cukup memuaskan. Namun kalau anda masih belum puas bisa saja melakukan engine swap dengan memperhatikan beberapa hal seperti Camshaft, Throttle Body, Map Sensor, Piggyback dan Crankshaft Trigger. Dengan begitu tenaga dari Honda Brio Satya tersebut bisa meningkat hingga 118 Ps. Berikut penjelasannya:

1. Position Sensor dan Crankshaft Trigger

Crank sensor dan crank trigger harus menggunakan bawaan L12BB. Tidak bisa diganti dengan menggunakan Jazz GE8 karena memiliki jumlah gigi yang berbeda.

2. Piggyback

Dengan kapasitas mesin sudah naik 300cc lebih baik gunakan piggyback karena dengan kapasitas mesin lebih besar, mapping fuel dan ignition dari pabrikan menjadi tidak sesuai lagi. Geser rev limit dengan menggunakan piggyback seperti MoTec, MegaSquirt, ECU dan sebagainya.

3. Camshaft Position Sensor dan Position Actuator

Meskipun sudah menggunakan mesin L15A7 kedua piranti tersebut tidak boleh diganti karena bisa membuat MIL menyala dan mesin susah untuk dihidupkan.

4. MAP Sensor

Dalam hal ini wajib menggunakan lansiran Bosch pada mesin iVTEC 1.500cc. Pemasangannya disesuikan lagi pada intake manifold karena memiliki bentuk yang beda. Caranya besarkan lubang dudukan MAP sensor dengan mata bor 14mm dan dudukan dikikir kurang lebih 0.7 mm agar lebih pendek. Pekerjaan ini membutuhkan tenaga ahli dan ketelitian karena jika tidak sesuai maka bacaan udara pada intake manifold bisa jadi tidak akurat.

5. Throttle Body

Throttle body juga harus masih menggunakan milik Brio Satya. Ukurannya memang lebih kecil dari Honda Jazz GE8, tetapi jika tetap menggunakan L15A7 terkadang mesin tidak dapat digas dengan baik dan juga lampu indikator MIL akan menyala. Dengan kata lain ECU Bosch tidak dapat tersinkronisasi dengan motor penggerak skep pada throttle body Honda Jazz GE8.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY