Home Mobil Perhitungan Denda Pajak STNK Mobil Dan Motor

Perhitungan Denda Pajak STNK Mobil Dan Motor

27979
0

OTONITY.com – Perhitungan Denda Pajak STNK Motor / Mobil. Hal ini bisa dibilang sangat penting bagi pemilik kendaraan bermotor baik sepeda motor ataupun mobil agar tidak kaget jika suatu saat mengetahui bahwa pajak mobil dan motor yang ditanggung sangat mahal. Semuanya itu tentunya sudah ada perhitungan masing-masing, termasuk denda pajak atas keterlambatan perpanjangan STNK motor atau mobil. Terkadang orang-orang tidak begitu memperhatikan hal ini, bahkan ada beberapa yang baru menyadari atau membiarkan kendaraannya telat membayar pajak selama bertahun-tahun. Berikut dibawah ini bisa dilihat keterangan bagaimana mengetahui denda pajak STNK motor atau mobil anda.

Sebenarnya denda atas keterlambatan pembayaran pajak pada kendaraan motor itu ada 2 kategori, yaitu:

  1. Denda PKB
  2. Denda SWDKLLJ

Bila anda perhatikan pada STNK anda terdapat 2 kategori denda yang harus kita bayar. Begitu juga jika anda terlambat dalam melakukan perpanjangan STNK maka 2 kategori itu pula yang akan dibebankan kepada pemilik kendaraan. Cara penghitungannya adalah sebagai berikut:

  1. Denda PKB, denda PKB ini adalah 25% dalam hitungan 1 tahun. Contohnya adalah jika motor/mobil anda terlambat membayar dalam 3 bulan maka penghitungannya adalah PKB x 25% x (3/12). Jika 6 bulan, PKB x 25% x (6/12), begitu seterusnya dalam kelipatan 3 bulan.
  2. Denda SWDKLLJ, nah denda yang satu inilah yang biasanya membuat orang-orang kaget. Denda ini berlaku sama apabila terlambat pembayaran baik sehari, dua hari, tiga hari atau 1 tahun. Untuk beban denda mobil ditetapkan sebesar Rp 100 ribu, sedangkan untuk motor dendanya ditetapkan sebesar Rp 32 ribu.

Bisa dilihat contoh dalam gambar, yang dihitung hanya pada baris ke-2 dan ke-3 saja untuk masalah denda (yang tertulis PKB dan SWDKLLJ).

pajak stnk

Contoh Dalam Kasus Mobil

Mobil Bapak Danang terlambat membayar sekitar 3 bulan dari masa berlaku yang tertulis, dengan PKB sebesar 1.5 juta.
Maka cara menghitung pajak yang harus dibayarkan berserta dendanya adalah:

PKB ~~> 1.500.000
SWDKLLJ ~~> 143.000
Total ~~> 1.643.000

Denda

PKB ~~> 1.500.000 x 25% x (3/12) = 93.750
SWDKLLJ ~~> 100.000
Total Denda ~~> 193.000
Jadi, Total yang harus dibayar oleh Bapak Danang adalah 1.643.000 + 193.000 = 1.836.000

Contoh Dalam Kasus Motor

Bapak Tarmi terlambat membayar sekitar 3 bulan dari masa berlaku yang tertulis, dengan PKB sebesar Rp 150 ribu.
Maka cara menghitung pajak yang harus dibayarkan berserta dendanya adalah:

PKB ~~> 150.000
SWDKLLJ ~~> 35.000
Total ~~> 185.000

Denda

PKB ~~> 150.000 x 25% x (3/12) = 9.375
SWDKLLJ ~~> 32.000
Total Denda ~~> 41.375

Jadi, Total yang harus dibayar oleh Bapak Tarmi adalah  185.000 + 41.375 = 226.375

Secara garis besar penghitungan denda pajak motor dan mobil baru adalah seperti itu. Tetapi mungkin dalam kondisi aslinya akan sedikit berbeda karena ada beberapa pihak samsat yang menggunakan perhitungan terkomputerisasi dan dihitung secara harian. Sedangkan penghitungan yang ada pada laman ini adalah dalam ukuran bulan, jadi tinggal disesuaikan saja.

Perhitungan ini berlaku untuk daerah DKI Jakarta dan beberapa samsat di wilayang lainnya. Ada beberapa samsat yang menghitung denda PKB langsung 25%, sama saja jika hanya telat satu minggu. Jadi, jangan sampe telat membayar pajak brosis jika tidak ingin terkena beban denda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here