Inilah 4 Dalil Tentang Larangan Riba Yad, Jangan Coba-coba Menghalalkan yang Haram!

by

OTONITY.com – Ringkasan informasi kali ini akan membahas tentang dalil – dalil yang melarang riba yad. Untuk kalian yang ingin mengetahui kelengkapan informasinya silahkan simak pembahasan berikut ini.

Mungkin dari kita sudah tau apa yang dimaksud dengan riba. Akan tetapi bagi kalian yang belum mengetahuinya maka kalian bisa menyimak artikel ini hingga selesai.

Riba merupakan suatu istilah yang bisa kita dengar ketika melaksanakan sebuah transaksi jual beli. Misalkan, menjadi seorang penjual pasti memiliki tujuan utama yakni mendapatkan untung. Akan tetapi jika keuntungan yang diambil melampaui batas maka hukumnya jadi tidak boleh, itulah yangg biasanya kita sebut sebagai riba.

Baca Juga : Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan Para Ulama dan Dalilnya Lengkap di Sini!

Baca Juga : Harus Tau! Dalil-Dalil Yang Berkaitan Tentang Menyegerakan Zakat Fitrah, Jangan Diundur Undur

Baca Juga : Apa Itu Riba Yad, Cek Pengertian dan Hukumnya Dalam Agama Islam, Jangan Sampai Kita Mendekatinya!

Pengertian Riba Yad

Secara etimologi (bahasa) Riba dalam bahasa Arab artinya adalah tambahan atau kelebihan. Apabila diartikan secara umum kelebihan yang dimaksud adalah sebuah nilai pokok utang atau nominal.

Jadi pengertian dari riba itu sendiri adalah ketentuan tambahan dari suatu nilai yang dilebih – lebihkan jumlah nominal pinjaman atau pelunasannya. Perhitungan riba biasanya mengacu pada persentase tertentu dan akan dibebankan pada si pelunas.

Sedangkan arti dari riba yad adalah berpisah dari tempat akad jual beli sebelum diterima. Dalam kontesk riba yad ini, antara penjual dan pembeli terpisah sebelum barangnya diterima. Dan pembeli telah membeli suatu barang sebelum menerima barang tersebut.

×