Cara Menghitung Nilai IP dan IPK Kuliah Dengan Cepat dan Paling Simple

by

OTONITY.com – Bagi para mahasiswa, setiap mengakhiri semester selalu mendapatkan hasil nilai yang disebut dengan Indeks Prestasi atau IP dan ada juga Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK yang jadi nilai akhir mahasiswa itu. Karena itu kita kali ini akan membahas cara menghitung IP dan IPK.

IP dan IPK kuliah terdiri dari angka 1, (satu koma) dan angka 4,0 (empat koma nol). Sehingga berbeda dengan nilai di raport yang umumnya terdapat nilai dalam bentuk puluhan. Dimulai dari 10, 20, sampai yang tertinggi adalah 100. Pada saat memasuki jenjang perkuliahan, nilai siswa tidak lagi dalam bentuk angka, tetapi dalam bentuk huruf yaitu A, B+, B, C+, D dan E.

IP ini merupakan salah satu bagian penting bagi seorang mahasiswa untuk menentukan nasib mereka di kemudian hari, karena nilai IP ini sendiri bisa menjadi dasar pada perusahaan untuk menerima orang itu ketika melamar ke perusahaan mereka. Akan tetapi uniknya banyak mahasiswa yang tidak tahu atau juga belum tahu bagaimana cara menghitung IP dan IPK tersebut.

Baca juga: Viral Kasus Pelecehan Dosen UNM pada Mahasiswi, Pihak Kampus Siap Beri Sanksi Jika Memang Terbukti

Baca juga: Passing Grade SNMPTN UB Soshum, Harapan Lolos SNMPTN Tinggi! Sesuaikan Nilaimu dengan Passing Grade Kampus

Baca juga: Cara Daftar Aplikasi Cicil untuk Kredit Pinjaman Mahasiswa, Solusi Permasalahan Finansial Hingga Kebutuhan Kampusmu!

Perbedaan IP dan IPK

IP dan IPK merupakan dua hal yang berbeda. IP merupakan nilai akhir yang didapat seorang mahasiswa dalam satu semester, sedangkan IPK merupakan nilai total dari seluruh mata kuliah yang telah diambil atau jumlah semester yang telah dilalui seorang mahasiswa.

Apa saja pengaruh nilai IP dan IPK?

Nilai IP akan menentukan berapa banyak SKS (sistem kredit semester) yang bias diambil pada semester selanjutnya. Sementara itu, IPK biasanya menjadi acuan untuk masuk ke dunia kerja. Umumnya, setiap perusahaan menetapkan nilai IPK minimum sebagai syarat untuk melamar pekerjaan. Semakin besar nilai IPK seorang mahasiswa, peluangnya untuk diterima di sebuah perusahaan juga semakin besar.

Apa yang mempengaruhi nilai IPK?

Mungkin banyak yang bertanya, apa sih yang memengaruhi nilai IPK? Yang memengaruhi nilai IPK adalah nilai IP dan mutu nilai setiap mata kuliah. Semakin bagus mutu nilai setiap mata kuliah, tentu nilai IPK seorang mahasiswa akan lebih tinggi. Apalagi kalau mutu nilai bagus itu didapat pada mata kuliah berbiji nilai tinggi dan SKS yang besar. Mutu nilai itu terdiri dari A (berbiji 4), B (3), C (2), D (1), dan E (0).

Cara Menghitung Nilai IP

Untuk mencari nilai IP seseorang, kita harus menghitung terlebih dahulu berapa nilai IP yang didapat dengan cara membagi Total Nilai (TN) dengan jumlah Total SKS (TK).. Setiap mata kuliah memiliki SKS, mutu dan biji yang berbeda-beda, sebagai contoh misalnya mata kuliah z mutu nilainya A (biji 4) dan SKS 3. Jadi nilainya adalah 12.

Sementara itu, jumlah TK merupakan hasil penjumlahan dari seluruh SKS dari setiap mata kuliah yang diambil seorang mahasiswa dalam satu semester. Misal, seorang mahasiswa mengambil 6 mata kuliah dalam satu semester, yaitu mata kuliah A (3 SKS), B (2 SKS), C (3 SKS), D (2 SKS), E (3 SKS), F (2 SKS). Maka TK yang diambil mahasiswa itu dalam satu semester adalah 15 SKS.

Baca juga: Passing Grade Universitas Indonesia Jalur SNMPT, Ketahui Berapa Banyak Peminat di Kampus Paling Favorit Jakarta ini

Baca juga: Daftar Biaya Kuliah di Universitas Terbuka, Terkenal Murah dan Ternyata Banyak Pilihan Fokus Keilmuannya

Baca juga: Biaya Kuliah Perguruan Tinggi Indonesia 2022, Mulai Dari Undip Hingga ITS Lengkap Dengan Rinciannya

Contoh Menghitung IP

Mata kuliah z: SKS 3 dengan Skor A (4). Nilainya adalah 12 (3 x 4)

×