Kumpulan Komponen-Komponen Elektronika Beserta Penjelasan Lengkapnya, Mulai Dari Resistor Sampai IC!

by

Baca Juga: Cara Kerja Neraca Ohaus Salah Satu Alat Ukur, Simak Juga Cara Baca Sampai Kalibrasinya!

Oleh karena itu dalam artikel kali ini akan menjelaskan mengenai beberapa komponen – komponen elektronika beserta dengan sedikit penjelasannya. Nah langsung saja dapat kamu simak penjelasan lengkapnya seperti dibawah ini.

Resistor

Komponen ini sering muncul dan pasti ada pada sebuah rangkaian. Resistor ini adalah sebuah alat kecil yang memiliki fungsi untuk menghambat suatu arus maupun tegangan. Ada juga yang menyebutnya hambatan. Dimana untuk perhitungan dari kapasitas alat ini adalah dengan satuan Ohm. Diketahui komponennya ini memiliki beberapa jenis dengan peran dan fungsi yang berbeda.

Jenis – jenisnya seperti potensiometer, trimpot, thermal resistor, rheostat, dan juga light dependent resistor. Akan tetapi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu resistor tetap dan tidak tetap. Perlu kamu ketahui bahwa resistor ini merupakan komponen pasif dan penggunaannya tidak membutuhkan arus listrik untuk dapat bekerja.

Kapasitor

Seperti namanya, alat ini dapat digunakan sebagai penyimpan elektron listrik untuk sementara. Tidak hanya itu komponen ini juga dapat mencegah arus AC dan meneruskan arus DC. kapasitor ini memiliki beberapa jenis seperti kapasitor polyester, kapasitor tantalum, kapasitor mika, kapasitor kertas, kapasitor varco, kapasitor elektrolit, dan juga kapasitor trimmer.

Induktor

Dimana komponene ini memiliki sifat induksi yang sangat penting bagi beberapa komponen lain yang membutuhkan kumparan termasuk resistor. Tugas alat ini juga berperan mengatur arus serta frekuensi. Jenis – jenis induktor adalah iron core induktor, ferrite core induktor, air induktor, toroidal core induktor, variable induktor, dan juga laminated core induktor.

Transformator (Trafo)

Peenggunaan alat ini tidak hanya untuk listrik dengan tegangan tinggi, akan tetapi seperti smartphone dan laptop juga menggunakannnya. DImana alat ini harus menggunakan aris dan daya yang sesuai spesifikasi apabila berlebih resikonya adalah rusak dan panas. Apabila tegangan kurang maka akan bekerja secara tidak optimal.

Alat ini mampu menaikkan dan menurunkan tegangan yang dapat berimbas pada arus dan daya. Cara kerjanya adalah dua kumparan berbeda hambatan dipasang secara berdekatan. Trafo memiliki beberapa verian seperti transformator step up, transformator step down, transformator daya, transformator 3 fasa

Transistor

Dimana pada saat memakai atau memasang alat ini pastinya kamu akan tahu bahwa komponen ini memiliki bentuk yang khas dibanding kapasitor, resistor, diode. Dimana komponen ini menggunakan tiga kaki yaitu base, kolektor, dan emitor. Arus yang masuk akan diolah dan keluar dari salah satu terminal dalam bentuk yang sudah sesuai aturan. Komponen ini juga terdiri dari beberapa jenis seperti transistor npn, transistor pnp, transistor bipolar, transistor fet, transistor mosfet, transistor final, transistor jengkol

Dioda

Alat ini memiliki dua kutub yaitu anoda dan katoda. Dimana fungsinya yaitu membuat arus menjadi satu arah, jad tidak ada gangguan tegangan. Diketahui bahwa satu ujung akan segera berubah dan keluar dari ujung lain dengan konfigurasi yang sudah searah. Berikut beberapa jenis dioda yaitu dioda zener, dioda bridge, dioda penyearah, dioda kiprok, dioda schottky, dioda LED, dioda silikon, dioda smd, dioda varactor, dioda rectifier

Relay (Saklar)

Komponen ini memiliki fungsi yang sangat jelas yaitu untuk memastikan arus yang masuk atau terputus. Akan tetapi alat ini menggunakan semacam metal konduktor yang menghubungkan dua kabel.

Integrated Circuit (IC)

IC ini adalah suatu komponen elektronika aktif yang didalamnya berisis ratusan bahkan jutaan rangkaian dioda, transistor, kapasitor, dan juga resistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian lektronika dalam bentuk yang keci.

×