Ya Allah Kenapa Aku Selalu Memikirkan Dia Menurut Pandangan Islam, Apakah Jodoh Sudah Dekat?

by

OTONITY.com – Artikel berikut ini adlaah informasi mengenai alasan kenapa kita selalu memikirkan sang pujaan hati dalam agama Islam yang harus kamu ketahui. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Perasaan manusia hingga saat ini tidak ada yang mengetahui dengan pasti. Hal tersebut dikarenakan hanya diri dan Allah yang mengetahui hal tersebut. Banyak orang pun yang mencoba memendamnya.

Baca juga: Spoiler Manhwa Bon Appétit Chapter 18, Legion Bilang ke Kaisar Jika Luana Adalah Miliknya!

Baca juga: Download Stickman Legends APK Unlimited Money, Banyak Fitur Canggih dan Anti Ribet! Lengkap dengan Cara Install

Baca juga: Baca Komik Tomodachi Game Chapter 100 Lengkap Dengan Spoilernya, Pencipta Semua Ini Adalah Yuuichi!

Memendam perasaan bukan sesuatu hal yang salah. Namun terkadang hal tersebut membuat kita kepikiran. Lantas, apakah hukumnya dalam Islam jika selalu kepikiran sang pujaan hati?

Ya Allah Kenapa Aku Selalu Memikirkan Dia Menurut Islam

Cinta dalam pandangan Islam adalah, cinta merupakan perasaan jiwa getaran nadi, pancaran naluri, serta terpautnya hati satu manusia dengan manusia lain atau pihak yang dicintainya. Seseorng yang jatu cinta akan memiliki semnagat yang menggelora saat memikirkan seseorang yang dia cintai.

Dalam Islam saat kita terus memikirkan seseorang yang kita cintai itu artinya cinta tumbuh dari diri kalian kepada seseorang yang kalian pikirkan tersebut. Ada cara tersendiri di dalam Islam untuk merawat cinta yang tumbuh tersebut.

1. Sucikan Niat

Dalam Islam kita harus meluruskan niat kita dalam menaruh perasaan atau cinta kepada orang lain. Di awali dengan meluruskan niat kita dalam mencintai seseorang. Kita harus mensucikan niat kita dalam mencintai seseorang. Semata – mata diniatkan bahwa kita mencintai seseorang ini dikarenakan ibadah kepada Allah Swt.

“Segala amal itu tergantung niatnya dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya itu kepada Allah dan rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya.” (Muttafaq alaih).

×