Hukuman Rajam Bagi Pelaku Zina, Apakah Sudah Benar?

by

Hukuman rajam dapat dibatalkan jika pelaku zina mencabut pengakuannya, para saksi menarik kembali kesaksiannya, serta terjadinya pengikaran oleh seorang pelaku zina.

Berdasarkan hukum Islam sendiri, para pelaku yang dihukum rajam akan dikubur dalam lubang dan ditutup dengan tanah, laki-laki setinggi pinggang dan perempuan sebaris di atas dada. Kemudian, para algojo akan mengeksekusi para pezina menggunakan tongkat dan batu. Bagi mereka yang bisa lolos dari lubang selama rajam akan dibebaskan.

Baca juga: Sinopsis Film Horor Turki Dabbe: The Possession, Konsep Jin Dalam Islam yang Bikin Keringat Dingin

Baca juga: Bongkar 5 Fakta PN Surabaya Izinkan Pernikahan Beda Agama Islam dan Kristen, Ternyata Ini Alasannya

Baca juga: 10+ Ucapan Anniversary Pernikahan Islami Paling Romantis dan Sangat Bermakna

Dalam Islam sendiri, hadis yang dijadikan sebagai dalil rajam mengalami berbagai perdebatan sejak masa khalifah Umar RA hingga sekarang. Abd Salam al-Sulami al-Shafie menyatakan dalam bukunya yang berjudul Qawaid al-ahkam, jika dalil tersebut tidak termasuk dalam hukum Qur’an.

Sedangkan menurut Imam Ibn Qayyim, penetapan hukum rajam bagi pezina karena perbuatan tersebut adalah perbuatan yang sangat keji dan termasuk dosa besar, karena menghilangkan hubungan nasab dan silsilah manusia serta menimbulkan penyakit sosial yang kotor dan keji.

Apakah Hukuman Rajam Itu Sudah Benar?

Pada awalnya, pelaksanaan hukuman rajam tersebut tampak sangat kejam digunakan oleh pemerintah Timur Tengah sebagai alat yang dapat memberi efek jera bagi warganya. Hal tersebut dikarenakan, hukuman penjara saja tidak memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan dulunya.

×