×

Dalil dan Amalan Sunnah Muakkad, Perlu Diketahui! Hukumnya Sedikit di Bawah Wajib

by

OTONITY.com –  Kali ini otonty.com akan memberikan ringkasan informasi yang akan membahas tentang Sunnah Muakad. Kami akan menjelaskan tentang pengertian dan penjelasannya singkat namun inshaallah jelas untuk dipahami.

Sebagai umat muslim tentunya kita sudah mengenal yang namanya sunnah. Sunnah merupakan salah satu hukum dalam agama Islam yakni artinya apabila dikerjakan kita akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan pun tidak apa – apa (tidak mendapat dosa).


Berdsarakan pada ulama terdahulu, ternyata sunnah dibagi menjad dua macam yakni sunnah muakad dan sunnah ghoiru muakkad.Jika ditarik secar umum, Sunnah Muakkad ini memiliki arti untuk menyempurnakan ibadah.

Baca Juga : Lirik Mars Hymne Muslimat NU (Nahdlatul Ulama), Hafalkan Dulu Biar Lancar Saat Menyanyikannya!

Baca Juga : Bacaan Assalamualaikum Ya Ahli Kubur Saat Berziarah Menurut Ajaran Rosulullah SAW

Baca Juga : Bacaan Ruqyah Syar’i Lengkap: Bahasa Arab, Tulisan Latin, dan Terjemahaannya

Jadi sunnah muakkad merupakan sebuah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan atau dikerjakan karena dulu Rosulullah SAW tidak pernah meninggalkan kegiatan atau hal tersebut.

Menurut ilmu fiqih sunnah muakkad adalah amalan sunnah yang dilakukan untuk menyempurnakan ibadah wajib dan dianjurkan untuk dilakukan, tingkataknnya sedikit di bawah Fardhu atau wajib.

Sunnah muakkad artinya tingkatannya sedikit di bawah ibadah fardhu sedangkan sunnah gairu muakkad memiliki nama lain mandub dan mustahab yang artinya akan diberikan pahala jika dikerjakan dan tidak disiksa bila ditinggalkan.

Dalil dan Amalan Sunnah Muakkad

وهو الذي يكون فعله مكملا ومتمما للواجبات الدينية كالأذان والإقامة والصلاة المفروضة في جماعة

Artinya, “Yaitu adalah Sunnah yang dilakukan untuk melengkapi dan menyempurnakan kewajiban agama seperti azan, iqamat, dan shalat fardhu berjamaah.”

ويدخل في هذا القسم أيضا، وما واظب النبي على فعله، ولم يتركه إلا مرّة او مرّتين للدلالة على أنه غير لازم وذلك مثل: المضمضة و الإستنشاق في الوضوء وصلاة ركعتين قبل صلاة الفجر، ويسمّى هذا القسم بالسنة المؤكّدة أو سنة الهدى

Artinya, “Masuk juga dalam sunah muakkad, perkara yang dilestarikan oleh Nabi dan tidak ditinggalkan kecuali sekali dua kali untuk menunjukan bahwa amalan itu tidak wajib. Contohnya seperti kumur-kumur ketika berwudhu, menghirup air ketika wudhu, dan shalat dua rakaat sebelum subuh. Sunah ini dinamakan sunah muakkadah atau sunatul huda.”

Baca Juga : 6 Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Menurut Ajaran Rosulullah SAW, Amalkan Selama Bulan Ramadhan