×

Cara Pembagian Harta Waris Menurut Islam: Ketentuan Ahli Waris, Besaran, dan Contohnya

by

OTONITY.com – Ringkasan informasi yang akan membahas tentang pembagian harta warisan menurut ajaran agama Islam yang baik dan benar. Silahkan kalian simak artikel ini hingga akhir untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa warisan bisa menjai suatu hal besar yang menyebabkan perkara besar pula jika tidak berhati – hati dalam melakukan pembagiannya. Banyak yang mengatakan bahkan warisan bisa membuat saudara kandung saling berantem hanya karena warisan.

Warisan merupakan sebuah harta peninggalan dari orang tua atau pewaris kepada ahli waris. Untuk warisan ini bisa berupa apapun, bisa berupa uang, perhiasan, tanah, aset atau apa pun itu, bahkan juga hutang.

Baca Juga : Tabel Pembagian Harta Warisan Menurut Ajaran Agama Islam, Simak Baik-baik Jangan Sampai Keliru!

Baca Juga : Kumpulan Ucapan Assalamualaikum Selamat Pagi Islami Bergambar Terbaru 2022, Kirim ke Teman Atau Buat Status Media Sosial

Baca Juga : Kumpulan Contoh Visi dan Misi Komunitas Islam Atau Remaja Masjid

Lalu apa yang dimaksud dengan ahli waris? Ahli waris merupakan seseorang yang saat ahli waris meninggal dunia, dia memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris tersebut, beragama Islam dan tidak terhalang dengan hukum menjadi seorang pewaris.

Ketentuan Ahli Waris:

Dalam fiqih hukum waris Islam, terdapat tiga rukun waris yang wajib dipenuhi sebelum pembagian harta warisan dilakukan. Tiga rukun tersebut adalah:

1. Al-muwarrits

Orang yang mewariskan atau disebut dengan al-muwarrits adalah mayit yang diwarisi oleh orang lain yang berhak mewarisinya.

2. Al-wârits

Orang yang mewarisi atau disebut dengan al-wârits adalah orang yang memiliki tali persaudaraan dengan mayit dan juga beberapa alasan lainnya yang menyatakan dia berhak mewarisi harta tersebut.

3. Al-maurûts