×

Contoh-Contoh Tembang Sinom Lengkap dengan Artinya dalam Bahasa Indonesia

by

OTONITY.com – Pada artikel berikut ini adalah contoh-contoh tembang Sinom yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Indonesia merupakan negara dengan berbagai ras dan suku yang hidup bersama dan satu kesatuan. Hal tersebut membuat negara ini memiliki beraneka ragam kebudayaan yang mana salah satunya adalah tembang.

Baca juga: Kumpulan Contoh Tembang Gambuh dan Artinya, Kenali Budaya dengan Lebih Baik

Baca juga: Contoh Kearifan Lokal di Indonesia dan Dunia, Ada Seperti Upacara Adat Hingga Festival!

Baca juga: Contoh Sikap Pantang Menyerah Berikut Manfaatnya yang Wajib kamu Praktikkan

Tembang sendiri adalah sebuah lirik/sajak yang mempunyai irama nada sehingga dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai lagu. Biasanya tembang dikenal sebagai lagu tradisional di Bali dan Jawa.

Salah satu jenis tembang yang masih eksis hingga saat ini adalah tembang Macapat. Tembang tersebut merupakan tembang atau puisi tradisional Jawa.

Berdasarkan beberapa sumber, setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir yang disebut guru lagu.

Tembang Macapat juga terbagi menjadi beberapa jenis yang mana disesuaikan dengan tema dan fungsinya. Salah satu tembang Macapat yaitu tembang Sinom.

Tentang Tembang Sinom

Sinom adalah sebuah tembang macapat yang menggambarkan masa muda yang indah, penuh harapan, dan juga angan-angan. Untuk lebih memahaminya, baca contohnya di bawah ini!

Baca juga: Spoiler Drama Blind Episode 16 Terakhir, Ryu Sung Hoon Adalah Mastermind Semua Kejahatan?

Baca juga: Spoiler Drama BL Thailand Big Dragon (2022) Episode 5, Pertunangan Mangkorn dan Hong Bikin Yai Galau Parah

Baca juga: Tamat! Link Nonton Drama BL Hard Love Mission (2022) Episode 4 Sub Indo, Apakah Hubungan Putter dan Yoshi Berhasil?

Contoh Tembang Sinom dan Artinya

l) Amenangi jaman edan

Ewuh aya ing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya keduman melik
Kaliren wekasannipun
Dilalah kersa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada