Home Oto Guide 10 Kesalahan Dalam Mengemudi Yang Paling Umum

10 Kesalahan Dalam Mengemudi Yang Paling Umum

1276
0

Jakarta, Otonity.com – Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, apalagi kesalahan dalam mengemudi. Tapi, ada beberapa kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari sehingga tidak membahayakan orang lain. Bahkan, kesalahan dalam mengemudi seringkali berakibat fatal bagi diri sendiri dan orang lain.

Karena itu, mungkin disebabkan oleh kebiasaan atau ketidaktahuan, berikut beberapa kesalahan-kesalahan biasanya dilakukan oleh pengendara. Pastikan teman tidak pernah melakukannya, ya.

Gunakan spion dengan efektif untuk memperhatikan keadaan sekitar

1. Tidak mengatur spion dengan benar

Spion digunakan untuk membantu dalam mengemudi dan memperhatikan sekitar. Tidak memasang spion dengan benar bisa berujung pada kesulitan memperhatikan kendaraan maupun keadaan di sekitar. Perhatikan titik buka yang ada pada kaca spion. Untuk lebih rinci, perhatikan artikel Contamobil tentang cara mengatur kaca spion dengan baik dan benar.

Lampu jauh sangat berbahaya untuk kendaraan yang datang dari arah yang berlawanan

2. Lupa mematikan lampu jauh

Hal ini sering tejadi, apalagi ketika berkendara di malam hari. Memakai lampu jauh tentu saja membantu ketka kendaraan melintasi jalanan dengan tingkat penerangan yang kurang bagus. Tapi, lampu jauh sangat berbahaya bagi pengendara yang datang dari arah berlawanan karena bisa membuat penglihatan terganggu. Untuk itu, mari saling menghargai dengan menggunakan lampu jauh hanya pada saat benar-benar tidak ada kendaraan di depan.

Beri tanda sebelum berbelok untuk memperingati kendaraan di belakang

3. Tidak menggunakan sein ketika berbelok

Meskipun sering dijadian sebagai bahan ejekan oleh masayarakat Indonesia, pengaplikasian “emak-emak sein-kanan-belok-kiri” sangat mengganggu di jalanan. Belum lagi pengendara yang berbelok tiba-tiba tanpa memberitahu terlebih dahulu. Berbelok tiba-tiba akan mengejutkan pengendara lain dan seringkali mengarah pada kecelakaan di jalanan.

Posisi mengendara juga berpengaruh terhadap cara berkendara

4. Mengemudi dengan posisi yang tidak bagus

Selain memikirkan pengendara lain, jalan lupa kita harus memperlakukan diri sendiri dengan baik. Menggunakan kursi maupun posisi yang kurang baik dalam mengemudi bisa menimbulkan sakit pada bagian punggung. Mengemudi dengan nyaman belum tentu baik untuk postur tubuh. Selain itu, terlalu nyaman bisa membuat tubuh menjadi mudah kehilangan fokus. Karena itu, perhatikan bagaimana mengatur posisi kursi agar teman bisa mendapatkan kenyaman dan konsentrasi dalam mengemudi.

Perhatikan: lajur kanan untuk memotong

5. Mengemudi dengan lambat di jalur cepat

Pengemudian seperti ini sama seperti sedang menghambat laju kendaraan di belakang. Memperhatikan peraturan tertulis dan tidak tertulis, tentang bagaimana lajur sebelah kanan digunakan untuk kendaraan yang ingin memotong, akan membuat jalanan menjadi tertib dan akhirnya akan mengurangi tingkat kemacetan. Perhatikan kecepatan kendaraan dan melajulah di jalur yang sesuai dengan kecepatan mengemudi.

Tekanan ban akan mempengaruhi efisiensi bahan bakar mobil

6. Mengemudi dengan tekanan ban rendah

Mengemudi dengan tekanan ban rendah sepertinya bukan masalah besar. Hal ini juga tidak akan mempengaruhi kendaraan lain di jalanan. Tapi, tekanan ban yang rendah sangat berpengaruh pada efisiensi bahan bakar. Perputaran ban akan lebih sering dan tenaga yang dikeluarkan mobil akan lebih banyak. Hal ini akan membuat mobil akan lebih boros bahan bakar dibandingkan biasanya.

>>> Bagaimana cara menghemat bahan bakar, kami akan membimbing Anda beberapa tips sederhana di sini

Tetap pada jalur meskipun ketika akan berkelok

7. Melewati jalur ketika berkelok

Melewati jalur putih yang disediakan oleh pembuat jalan merupakan pelanggaran bagi hak azasi, setidaknya bagi pengendara yang datang dari arah berlawanan. Ketika teman melewati garis putih tersebut, kendaraan yang berada pada arah berlawanan bisa saja datang, apalagi ketia sedang berbelok, akan berujung pada kecelakaan ketika kedua pengemudi tidak dengan cepat bertindak.

Jangan membiasakan menekan pedal gas dan rem secara bersamaan

8. Berkendara sambil menekan rem

Kecuali teman sedang belajar untuk menjadi pembalap Formula 1, tidak ada alasan untuk berkendara dengan menekan pedal gas dan rem secara bersamaan. Pengendaraan ini sering dilakukan ketika sedang di lampu merah, dimana pengendara menekan gas dan rem bersamaan dalam beberapa detik.

Lampu kuning untuk berhati-hati, bukan berakselerasi

9. Memacu kendaraan ketika lampu kuning

Salah satu kesalahan yang terjadi dalam lampu lalu lintas adalah memacu kendaraan lebih cepat ketika lampu dari hijau berubah menjadi kuning. Lampu kuning bukan pertanda untuk memacu kendaraan lebih cepat untuk menghindari lampu merah, tetapi mulai memperlambat kendaraan. Tergesa-gesa dipastikan tidak selalu memberikan hasil yang memuaskan, bahkan hal ini bisa menimbulkan kecelakaan.

>>> Pelajari tentang tips mengemudi lainnya untuk mengendarai mobil favorit Anda lebih mudah, klik di sini

Berhenti mendadak seringkali menimbulkan kecelakaan

10. Berhenti mendadak

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik kendaraan. Berhenti dengan mendadak tanpa mengerem terlebih dahulu akan mengejutkan pengendara di belakang. Tak jarang, kesalahan ini paling sering menimbulkan kecelakaan. Terlebih dalam jalanan yang sedang pada, tidak semua pengendara bisa bereaksi dengan cepat menghindari kendaraan yang berhenti tiba-tiba.

Demikian beberapa kesalahan dalam mengemudi yang sering dilakukan oleh pengendara di jalanan. Efek paling ringan dari kesalahan tersebut membuat mobil lebih mudah rusak dan efek yang paling buruk, bahkwan seringkali terjadi, satu kesalahan kecil di jalanan bisa menimbulkan kecelakaan yang tak jarang memakan korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here