Home Mobil 6 Mobil Listrik Toyota Disiapkan, Pakai Platform TNGA

6 Mobil Listrik Toyota Disiapkan, Pakai Platform TNGA

296
0

OTONITY.com – Era mobil listrik sudah di depan mata. Sederet pabrikan ternama dari segala penjuru dunia menyiapkan mobil listrik buatannya untuk memikat konsumen. Salah satunya yang tidak ketinggalan zaman adalah Toyota. Setelah mengumumkan kerjasamanya dengan Subaru, Toyota mengabarkan akan mengembangkan beberapa mobil listrik terbaru.

Pabrikan otomotif raksasa asal Jepang itu akan mengembangkan 6 mobil listrik yang memanfaatkan platform Toyota New Global Architecture (TNGA) versi elektrik yang disebut e-TNGA. Kerjasama antara Toyota dan Subaru ini juga bertujuan untuk memangkas ongkos produk dan R&D.

Dari 6 mobil baru tersebut, sudah bisa diketahui bahwa Toyota akan menghadirkan beberapa jenis kendaraan. Mulai dari medium crossover, medium SUV, medium Minivan, medium Sedan, SUV besar. Selain itu Suzuki dan Daihatsu dipastikan menjadi partner pengembangan model crossover kompak.

Sekilas informasi mengenai e-TNGA, basis ini merupakan platform mobil elektronik dari Toyota layaknya Modularer E-Antriebs-Baukasten (MEB) milik Volkswagen. Platform tersebut dikembangkan untuk aplikasi penggerak depan, belakang maupun all-wheel-driver.

Baca juga: Detail Toyota CHR Hybrid 2019 Indonesia

Arsitektur kendaraan tersebut dipartisi menjadi lima modul. Antara lain modul depan, modul tengah, modul belakang, baterai, dan motor. Saat ini tiga versi dari setiap modul tengah dikembangkan, termasuk tiga kapasitas untuk baterai lithium-ion.

Kabar baiknya mobil listrik ultra kompak Toyota akan segera hadir di negara asalnya. Mobil tersebut rencananya akan diperkenalkan pada 2020 mendatang. Mobil ini mengusung tempat duduk untuk dua orang dengan panjang 2.500 mm. Untuk kecepatan maksimumnya mencapai 60 km/jam dengan daya jelajah 100 km dalam sekali pengisian baterai penuh.

Tidak berhenti sampai di situ, Toyota juga bekerjasama dengan produsen global seperti BYD, Panasonic, Toshiba, dan CATL untuk produksi baterai. Tujuannya untuk mencegah masalah dalam rantai pasokan. Nantinya akan ada 10 Battery Electric Vehicle (BEV) yang diperkenalkan pada awal tahun 2020. Sedangkan di tahun 2025 mendatang semua mobil Toyota akan memiliki versi listrik yang diawali dengan bantuan sistem hybrid.

Kerjasama Toyota dengan perusahaan baterai ternama asal China bukan tanpa sebab. Toyota sadar penjualan mobil listrik di China akan memiliki kontribusi yang besar. Terlebih pemerintah setempat memberikan berbagai subsidi untuk mendorong penjualan mobil listrik.

“Kami terus mempersiapkan kerangka kerja untuk menanggapi tantangan, menempatkan semua bagian di tempatnya, termasuk penciptaan model bisnis baru. Mengikuti perjanjian dengan Toyota ini, Subaru sekarang akan mengalihkan sumber daya pengembangan BEV yang ada ke proyek bersama baru ini,” demikian pernyataan resmi Toyota.

Di samping persiapan kehadiran mobil listrik, Toyota juga tetap fokus untuk mengembangkan berbagai teknologi hybrid, termasuk fuel cell. Hal tersebut diungkapkan oleh Shigeki Terashi, Executive Vice President Toyota Motor Corporation. Walaupun bukan prioritas utama, mobil listrik murni akan menjadi bagian dari strategi penjualan Toyota secara global di masa mendatang.

“Kami memang belum mengubah kebijakan kami terhadap mobil listrik, kami tidak mengalihkan fokus kami untuk memprioritaskan mobil listrik murni, begitupun tidak untuk meninggalkan strategi fuel cell vehicle (FCV) kami,” ungkapnya.

Seperti yang disinggung di atas, Toyota saat ini tengah menyiapkan platform baru untuk mobil listrik bertenaga baterai (BEV). Toyota mengungkapkan banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempopulerkan BEV. Secara khusus Toyota akan fokus pada pengembangan kendaraan, peningkatan durabilitas dan daur ulang baterai.

BEV akan serupa dengan TNGA, yakni berupa platform yang menjadi kunci utama bagi setiap model kendaraan produksinya. BEV juga mengusung berbagai hal dari platform TNGA, lantaran desainnya memang berasal dari basis yang sama.