Home Mobil Melirik Nissan Leaf, Mobil Listrik Andalan Nissan untuk Indonesia

Melirik Nissan Leaf, Mobil Listrik Andalan Nissan untuk Indonesia

1046
0

OTONITY.com – Indonesia Electric Motor Show 2019 menjadi ajang yang cukup menarik, terutama bagi masyarakat yang penasaran dengan teknologi listrik pada kendaraan roda dua maupun empat. Dalam ajang yang berlangsung di Balai Kartini itu, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) berkesempatan untuk memamerkan salah satu kendaraan listrik andalannya, Leaf.

Nissan Leaf merupakan kendaraan full electric yang sudah cukup lama dijual di luar negeri. Popularitas mobil Nissan ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Hal ini yang kemudian membuat NMI memamerkan Leaf di Tanah Air. Nissan percaya dengan dirilisnya Perpres kendaraan listrik, pihaknya bisa memasarkan Nissan Leaf pada 2020 di Indonesia.

Nissan Leaf yang akan dipasarkan di Tanah Air merupakan generasi terbaru yang sudah dilengkapi dengan teknologi terkini. Seperti apa tawaran mobil listrik yang satu ini?

Nissan Leaf dikembangkan dengan fokus pada e-powertrain atau motor penggerak listrik. Pada generasi terbarunya diklaim memiliki kesenyapan 30 persen lebih baik dari model internal combustion engine (ICE) atau hybrid milik kompetitor.

Teknologi baru tersebut diklaim dapat menghasilkan daya linear sebesar 110 kW atau 147 PS. Lebih baik 38 persen dari model pendahulunya. Sedangkan untuk torsi puncaknya menembus 320 Nm. Lebih tinggi 14 persen dari generasi sebelumnya.

Dikutip dari laman Oto, Masayuki Ohsugi, General Manager R&D PT NMI menerangkan tidak hanya output daya saja yang bertambah. Jarak tempuh Nissan Leaf juga meningkat menjadi 400 km. Catatan ini diperoleh berdasarkan metode pengujian JC08 Jepang.

“Selain output daya tambahan, Nissan Leaf memiliki jarak tempuh yang kini ditingkatkan menjadi 400 km. Itu berdasarkan metode pengujian JC08 Jepang. Jadi, memungkinkan pengemudi untuk menikmati perjalanan yang lebih aman dan lebih lama. Kapasitas baterai lebih besar, 40 kWh 350 V. Jika pengemudi suka respons instan dan gaya trendi, maka Leaf mampu memberikan itu,” jelasnya.

Nissan Leaf juga memiliki baterai lithium ion dengan desain baru. Alhasil kapasitas penyimpanan energi bisa bertambah tanpa memperbesar ukuran baterai. Peningkatan ini dilakukan pada struktur sell baterai lithium terlaminasi. Baterai baru ini mendapatkan peningkatan kepadatan energi 67 persen dari model 2010.

Dan menariknya beratnya tidak tambah. Di samping itu terdapat materi elektroda yang dikembangkan dengan formulasi kimia baru. Hal ini diklaim menambah durabilitas baterai.

Nissan Leaf terbaru disebut mempunyai tiga level pengisian. Yang pertama lewat soket dinding 3 pin 15 amper 240 V Mode 2. Untuk opsi ini cocok jika Anda mempunyai kebiasaan mengemudi santai. Pengisian metode ini membutuhkan waktu hingga 24 jam.

Berikutnya adalah pengisian dari koneksi Mode 3. Metode ini akan menghabiskan waktu 7,5 jam. Nissan melihat belakangan ini sekitar 70 persen pelanggan memasang wallbox di garasi rumah. Sistem cabut pasang ini dapat mengisi daya Leaf semalaman, seperti saat mengisi smartphone. Lalu mobil akan siap dipakai keesokan harinya.

Pengisian terakhir adalah pengisian cepat CHAdeMO 50 kWH. Opsi ini mempunyai kemampuan mengisi baterai sejak munculnya peringatan. Sekitar satu jam pengecasan sampai terisi 80 persen.

Nissan adalah pemimpin elektrifikasi secara global. Kami telah menjual lebih dari 400.000 kendaraan listrik di 51 pasar di seluruh dunia. Dan kami membawa pengalaman ini untuk membantu mempercepat penerapan kendaraan listrik di Indonesia. Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi polusi udara dan suara, serta ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” kata Isao Sekiguchi, Presiden Direktur Nissan Indonesia.