Home Mobil Tips Menangani Mobil Matic Terendam Banjir

Tips Menangani Mobil Matic Terendam Banjir

1748
0

OTONITY.com – Belakangan ini banjir mengenangi daerah Jakarta dan sekitarnya. Musibah semacam ini menimbulkan berbagai masalah, terutama bagi para pemilik mobil. Sebab tidak sedikit mobil yang menjadi korban karena terendam banjir.

Untuk mobil matic, penanganan saat terendam banjir tidak boleh sembarangan. Sehingga kondisinya nantinya tidak semakin parah.

Hermas Prabowo, Teknisi ahli Worner Matic yang merupakan bengkel spesialis matik menerangkan jika penanganan tepat dan tidak terlambat, mobil yang terendam banjir bisa diselamatkan tanpa mengeluarkan biaya yang besar.

“Langkah pertama adalah menggeser tuas transmisi ke N dengan menekan shift lock. Selanjutnya, tarik mobil dari lokasi banjir sesegera mungkin, saat kondisi sudah memungkinkan. Sebab, makin lama terendam, potensi kerusakan semakin parah,” ungkap Hermas.

Ia menambahkan, jangan sekali-sekali menghidupkan mesin mobil walaupun hanya sesaat saja. Di samping itu jangan lupa melakukan jumper pada aki. Lepas konektor aki di kutub negatif. Fungsinya untuk menghindari dampak buruk lain pada sistem kelistrikan.

Hermas mengatakan, langkah-langkah di atas dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama saat mobil matic terendam banjir. Kemudian sebaiknya mobil diserahkan pada bengkel atau mekanik profesional.

Ia menambahkan, usahakan untuk tidak mencoba menangani apapun sendiri. Sebab mobil matic dikendalikan oleh sistem elektrik sepenuhnya. Kesalahan dalam penanganan justru bisa membuat kerusakan semakin serius.

Disarankan untuk segera memanggil mobil derek dan bawa ke bengkel terpercaya. Usahakan untuk tidak memperbaiki mobil di rumah. Sebab biasanya alat yang tersedia terbatas. Misalnya tidak tersedianya kompresor angin, alat kelistrikan ataupun scan tool. Hal tersebut bisa membuat hasil kerja tidak maksimal.

Sebenarnya tidak disarankan untuk menerobos banjir. Akan tetapi jika terpaksa ada beberapa saran yang bisa dicoba supaya mobil tidak mengalami kerusakan fatal. Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong mengatakan tanda mesin mobil yang keadaannya baik-baik saja saat menerjang banjir bisa diamati lewat putaran mesin yang konstan.

Misalnya air sudah sampai kap mesin mobil dan mesin terasa pincang seperti akan mati. Maka disarankan untuk langsung mematikan mesin. Sebab itu tanda bahwa air sudah masuk ke ruang bakar.

Apalagi jika kondisinya masih berada di tengah banjir dan jalan yang kering masih jauh. Lebih baik mobil mogok di tengah jalan daripada nantinya mengalami water hammer.

“Karena mesin pincang adalah tanda sudah ada sedikit air yang masuk ruang mesin. Apalagi kalau mesin sudah mendadak mati, jangan berusaha menyalakan mesin lagi,” ungkapnya.

Berusaha menghidupkan mesin ketika mobil mogok di tengah banjir bisa mengakibatkan water hammer. Jika mesin sampai rusak, maka biaya perbaikannya akan sangat besar karena harus turun mesin dan melewati berbagai perbaikan.

Apabila Anda mengalami hal tersebut, panggil mekanik atau orang yang ahli untuk mengatasi mobil yang mogok karena menerjang banjir. Biasanya mekanik memiliki cara untuk mengatasi mobil yang terkena banjir.