Home News Tanda Ban Mobil Harus Diganti Agar Selalu Aman Saat Berkendara

Tanda Ban Mobil Harus Diganti Agar Selalu Aman Saat Berkendara

918
0

OTONITY.com – Dari banyak komponen yang menempel pada mobil, Anda perlu menaruh perhatian lebih pada ban. Terlebih di musim penghujan seperti sekarang ini. Sebab ban adalah salah satu komponen penting yang bisa menimbulkan masalah serius jika Anda mengabaikan kondisinya.

Kondisi ban mobil maupun motor harus selalu dalam keadaan baik. Mungkin sebagian pemilik kendaraan hanya melihat kondisi ban secara sekilas, tidak mendetail. Padahal ada hal-hal yang perlu diamati untuk mengetahui kapan ban mobil harus diganti.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah ketebalan ban. Batas ketebalan maksimal ban adalah 1 mm. Anda bisa mengukurnya dengan tire depth gauge atau menggunakan meteran. Jika ketebalannya kurang dari 1 mm maka Anda harus mengganti ban dengan yang baru.

Anda juga bisa melihat ketebalan tapak ban dari indikasi TWI atau Tread Wear Indicator. Tanda ini adalah batas keausan ban yang diizinkan untuk tetap digunakan. Apabila kembang ban sudah menyentuh segitiga TWI maka Anda harus menggantinya. Indikator TWI ini terdapat di bagian tepi ban dan tengah telapak ban.

Ban yang kondisinya kurang baik bisa menimbulkan permasalahan ketika digunakan berkendara di tengah hujan. Massa jenis air cenderung mengangkat ban yang membuatnya menjadi licin. Bahkan juga bisa menyebabkan aquaplaning yang kemudian membuat mobil tergelincir.

Selain ketebalan ban, juga masih ada hal lain yang perlu Anda ketahui. Berikut akan kami jelaskan satu per satu.

Umur Ban Lebih dari 3 Tahun

Kelenturan karet ban bisa berubah seiring berjalannya waktu. Semakin lama digunakan maka elastisitas karet ban akan berkurang dan mengakibatkan getas karena hilangnya kelenturan. Maka dari itu umur ban mobil yang ideal adalah 3 tahun. Sehingga saat sudah menyentuh usia 3 tahun Anda perlu menggantinya dengan baru walaupun kembangnya masih bagus karena mobil jarang dipakai.

Jarak Tempuh 40.000 km

Selain tahun, jangan lupa memperhatikan jarak tempuh. Walaupun belum genap 3 tahun, namun jika jarak tempuhnya sudah 40 ribu kilometer atau bahkan lebih, maka Anda perlu menggantinya dengan yang baru.

Ban yang sering dipakai untuk berkendara akan mengalami keausan, walaupun kelenturannya masih bagus. Normalnya mobil menempuh 15 – 20 ribu kilometer per tahun. Sehingga 40 ribu kilometer akan tercapai dalam waktu 2 – 3 tahun.

Ban Gundul

Anda juga perlu mewaspadai kondisi ban yang sudah gundul. Baik gundul di bagian tengah, tepi maupun sisi tertentu. Lebih baik Anda mengganti ban dengan yang baru. Sebab kondisi ini menandakan bahwa ketebalan ban mobil tidak seragam.

Terdapat Benjolan

Benjolan bisa muncul pada ban. Kondisi ini menandakan bahwa anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban putus. Sehingga ketahanan ban menjadi tidak seragam. Kondisi tersebut bisa membuat ban mudah pecah karena ada bagian yang tidak kuat dalam menahan tekanan udara.

Biasanya benjolan pada ban mobil ini dikarenakan tekanan air yang sering kurang dari standar. Alhasil beberapa bagian ban harus menanggung beban lebih berat dari bagian lainnya.

Ban Retak

Coba cermati kondisi ban dari sisi samping. Jika Anda menjumpai retak-retak pada ban maka akan lebih baik jika Anda segera menggantinya. Biasanya hal ini terjadi karena ban sering terkena panas dalam waktu yang lama. Sehingga ban menjadi mudah rapuh atau rusak sebelum batas umur ideal.

Sering Ditambal

Jika ban mobil sudah sering bocor dan ditambal, maka kekuatan ban akan berkurang. Maka dari itu sangat disarankan untuk mengganti ban dengan yang baru.