Home News Tips Menyiapkan Pengeluaran Khusus Untuk Mobil

Tips Menyiapkan Pengeluaran Khusus Untuk Mobil

903
0

OTONITY.com – Mungkin Anda sudah tahu bahwa mobil bisa menjadi aset pribadi dan juga aset investasi. Mobil dimasukkan dalam kategori aset pribadi jika kita gunakan untuk keperluan sehari-hari. Misalnya untuk pergi ke kantor, mengantar anak sekolah, belanja, piknik dan lain sebagainya.

Sedangkan jika mobil dimanfaatkan untuk mencari uang, maka akan masuk dalam kategori aset investasi. Contohnya adalah dengan menyewakan mobil, mengangkut barang dagangan, menggunakannya untuk mengantar penumpang atau diperjualbelikan kepada orang lain.

Baik menjadi aset pribadi maupun aset investasi, mobil tetap membutuhkan perawatan berkala. Terutama jika mobilitas mobil terbilang sangat tinggi. Sebab kondisi performa mobil tidak selalu prima. Bisa saja sewaktu-waktu mengalami permasalahan kecil atau ada komponen-komponen yang perlu diganti.

Oleh karena itu kita perlu menyiapkan dana khusus untuk melakukan servis berkala dan penggantian komponen-komponen yang rusak atau sudah tidak layak pakai. Tentu saja bukan untuk servis semata, kita juga perlu menyiapkan dana untuk perawatan hingga perlindungan.

Baca juga: Cara Merawat Radiator Mobil

Dana Darurat untuk Mobil

Tidak hanya kita, mobil juga membutuhkan dana darurat. Seperti yang diketahui, idealnya kita perlu menyiapkan 3-6 kali pengeluaran bulanan. Sebab dana ini akan bermanfaat sebagai biaya hidup jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kehilangan penghasilan.

Sedangkan untuk biaya perawatan mobil kita bisa menyisihkan 1-5% dari pemasukan per bulan. Kita bisa menyimpannya di tabungan agar tetap likuid.

Dana darurat ini bisa kita gunakan untuk servis berkala dan penggantian suku cadang. Anda tentunya sudah paham jika penggantian suku cadang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita duga. Terlebih jika mobil sudah berumur.

Biasanya beberapa komponen sudah waktunya ganti. Seperti aki, rem, kampas kopling, busi, filter, ban hingga oli mobil. Dan juga permasalahan tak terduga lainnya seperti ban bocor tengah jalan atau mobil mogok.

Untuk dicatat, total aset lancar yang Anda miliki harus berada di kisaran 15-20% dari kekayaan bersih. Mobil sendiri adalah aset bagi pemiliknya, artinya keberadaannya akan menambah nilai kekayaan bersih. Nilai kekayaan bersih ini diperoleh dari hasil pengurangan antara total aset dan total utang.

Semakin tinggi kekayaan bersih, maka tinggi pula persentase aset lancar yang perlu Anda miliki. Aset lancar ini meliputi tabungan, kas dan setara kas.

Bukan tanpa alasan, mobil membutuhkan biaya operasional. Biaya ini dipakai untuk membeli bahan bakar, membayar pajak, biaya jasa servis ringan ataupun berat hingga biaya kebersihan. Maka dari itu pemilik mobil harus mempunyai kas yang memadai, tidak hanya untuk keperluan yang sifatnya darurat saja namun juga untuk operasional.

Jika total aset lancar kurang dari 15%, itu tandanya Anda belum memiliki aset lancar yang memadai. Sedangkan jika lebih dari 20% maka artinya Anda terlalu banyak menyimpan uang di tabungan. Anda bisa memanfaatkannya untuk berinvestasi.

Baca juga: Merawat Bodi Mobil Bekas Sticker

Mobil Butuh Perlindungan

Risiko mobil rusak atau hilang selalu ada. Maka dari itu pertimbangkan untuk memanfaatkan asuransi mobil.

Asuransi mobil terbagi menjadi dua macam, yakni all risk dan total loss only (TLO). Asuransi all risk akan menanggung apapun risiko yang berlaku selama sesuai dengan aturan yang berlaku. Sementara TLO menanggung biaya pertanggungan saat mobil hilang atau mengalami kerusakan hingga 70% dari harga mobil.

Dibanding all risk, TLO cenderung lebih murah. Hanya saja pemilihannya perlu disesuaikan dengan potensi risiko yang bisa dialami pemilik mobil.

Jika Anda membeli mobil secara kredit, jangan lupa menyesuaikan cicilan dengan pemasukan. Kita bisa mengukurnya dengan mengetahui debt service ratio (DSR) kita. DSR menunjukkan total cicilan utang yang kita miliki berbanding pemasukan bulanan. Cicilan ini tidak hanya sebatas cicilan mobil saja, namun juga cicilan kartu kredit dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui nilai DSR, Anda bisa membandingkan jumlah total cicilan Anda dengan pemasukan bulanan. Jika besaran cicilan mobil dan utang-utang lainnya di bawah 35% maka jumlah cicilan tersebut masih wajar.

Hanya saja jika lebih dari 35% artinya cicilan yang Anda tanggung sudah terlalu besar. Maka Anda perlu mengatur ulang pembayaran utang Anda. Caranya bisa dengan memperpanjang tenor pinjaman maupun melunasi utang-utang lain di luar kredit mobil.

Di samping itu Anda juga bisa menggunakan kalkulator angsuran kredit flat yang memungkinkan kita untuk menghitung berapa tenor cicilan yang tepat. Sehingga nantinya besaran cicilan yang Anda bayar setiap bulan tidak melebihi 35% dari penghasilan.

Demikian yang bisa kami sampaikan seputar tips menyiapkan dana khusus untuk mobil. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda perlu menyiapkan dana ekstra jika memiliki atau ingin membeli mobil. Maka dari itu Anda perlu mempertimbangkannya dengan baik sebelum memutuskan untuk membeli mobil. Apalagi jika berencana membelinya dengan skema kredit.

Menyiapkan dana untuk servis berkala juga penting. Anda bisa melihat jadwal servis berkala anjuran masing-masing produsen mobil pada buku manual atau dengan mengakses situs resmi masing-masing merek.